FASTLab ID

Penyedia Layanan Swab Tercepat & Terpercaya

Apa Itu Diabetes? Penyebab, dan Bagaimana Solusinya?

Apa Itu Diabetes? Penyebab, dan Bagaimana Solusinya? 1200 1200 Yudha Pratama

Diabetes atau penyakit gula adalah penyakit yang bisa berlangsung lama atau disebut kronis. Penyakit ini disebabkan oleh banyak faktor salah satunya adalah pankreas yang tidak mampu memproduksi insulin secara cukup atau tidak mampu menggunakan insulin yang telah diproduksi secara efektif.

Jika Penyakit diabetes ini tidak bisa dikendalikan bisa jadi menuju ke tahap yang lebih serius. karena dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ dan jaringan tubuh. Contohnya organ seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf.

Lalu Diabetes ini terbagi menjadi 2 golongan yakni:

  1. Diabetes type 1: type ini adalah penyakit autoimun, yang artinya sistem imun tubuh akan menyerang dirinya sendiri. Pada kondisi ini, tubuh tidak akan memproduksi insulin sama sekali. 
  2. Diabetes type 2: Pada type ini, tubuh tidak membuat cukup insulin atau sel-sel tubuh pengidap diabetes tipe 2 tidak akan merespons insulin secara normal.

Setelah kita mengetahui secara umum pengertian dari Penyakit gula ini, yang harus kita ketahui juga adalah penyebab penyakit diabetes ini. apa saja penyebabnya? berikut penjelasannya:

Penyebab Diabetes

Penyebab terjadinya penyakit diabetes pada seseorang adalah karena gangguan pada sistem pencernaan seseorang. yang mana tubuh tidak dapat menggunakan glukosa darah ke dalam sel. yang mengakibatkan penumpukan glukosa di dalam darah.

Setelah mengetahui penyebab dari penyakit gula ini ada beberapa faktor yang harus kalian ketahui yang menjadi resiko para penderita diabetes type 1 dan 2. diantaranya

  1. Jika keluarga kalian ada yang memiliki riwayat penyakit gula, maka kemungkinan resiko terkenanya diabetes type 1 lebih besar. karena ada hubungannya dengan gen tertentu.
  2. Kurangnya asupan vitamin D yang mana berasal dari paparan sinar matahari, karena vitamin D sendiri mampu mengurangi memicu penyakit autoimun.
  3. Selanjutnya adalah faktor usia, usia yang rentan terkena diabetes adalah dari umur 4-7 tahun hingga 10-14 tahun.
  4. Faktor pemicu lainnya, seperti mengkonsumsi susu sapi pada usia terlalu dini, air yang mengandung natrium nitrat, sereal dan gluten sebelum usia 4 bulan atau setelah 7 bulan, memiliki ibu dengan riwayat preeklampsia, serta menderita penyakit kuning saat lahir.

Setelah mengetahui Faktor-Faktor Penyebab diabetes type 1, bagaimana dengan faktor-faktor penyebab diabetes type 2? berikut penjelasannya:

  1. Berat badan berlebih atau obesitas.
  2. Distribusi lemak perut yang tinggi.
  3. Gaya hidup tidak aktif dan jarang berolahraga.
  4. Riwayat penyakit gula tipe 2 dalam keluarga.
  5. Ras kulit hitam, hispanik, Native American, dan Asia-Amerika, memiliki angka pengidap lebih tinggi dibandingkan dengan ras kulit putih.
  6. Usia di atas 45 tahun, walaupun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi sebelum usia 45 tahun.
  7. Kondisi prediabetes, yaitu ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tapi tidak cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes.
  8. Riwayat diabetes saat hamil.
  9. Wanita dengan sindrom ovarium polikistik, yang ditandai dengan menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebihan, dan obesitas.

Gejala / Tanda-Tanda Ketika Terkena Diabetes

  1. Seiring penurunan berat badan
  2. Rasa haus meningkat
  3. Sering buang air kecil
  4. Mudah lelah
  5. Mudah lapar
  6. Penyembuhan luka yang lama
  7. Terjadi infeksi yang berketerusan
  8. Gangguan pada penglihatan
  9. Berkurangnya massa otot 
  10. Kehadiran keton dalam urine (keton adalah produk sampingan dari pemecahan otot dan lemak yang terjadi ketika tidak ada cukup insulin yang tersedia).

Diagnosa

Jika seseorang yang ingin mengetahui apakah dia menderita penyakit gula atau tidak. ia bisa melakukan pengecekan terhadap dirinya sendiri, bisa dilakukan dengan tes wawancara dengan dokter lalu dilanjutkan dengan beberapa tes. atau bisa ke unit pelayanan kesehatan terdekat.

untuk pengetesan apakah seseorang menderita diabetes atau tidak, bisa dilakukan dengan beberapa tes. diantaranya:

  1. Tes glukosa plasma acak : Tes ini bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.
  2. Tes glukosa plasma puasa : Tes ini bisa dilakukan ketika kalian sedang berpuasa. paling baik dilakukan di pagi hari setelah puasa delapan jam (tidak makan atau minum kecuali seteguk air). 
  3. Tes toleransi glukosa oral : Dalam tes ini, kadar glukosa darah pertama kali diukur setelah puasa semalam. Kemudian pasien minum minuman manis. Kadar glukosa darah pasien kemudian diperiksa pada jam satu, dua dan tiga.

Untuk pengecekan atau tes di atas hanya beberapa dari metode pengecekan diabetes. untuk pengecekan lainnya bisa seperti Tes A1c atau pemeriksaan darah.

Pengobatan Penyakit Diabetes

Bagi kalian para pengidap diabetes type 1 atau 2 kalian bisa melakukan beberapa pengobatan yang dapat kalian lakukan agar diabetes tersebut tidak terlalu berat resikonya untuk pengobatan yang pertama adalah

penyakit gula

1.Terapi Insulin

Terapi insulin adalah salah satu metode untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus secara cepat. Insulin adalah hormon alami yang diproduksi oleh pankreas. Hormon insulin memungkinkan tubuh mengubah gula atau glukosa menjadi energi.

2. Menerapkan Pola Makan Sehat

Jika kalian mengalami penyakit diabetes type 1 atau 2 kalian bisa merubah pola makan kalian, dengan mengatur makan pola makan kalian seperti makan buah-buahan, sayur sayuran, protein tanpa lemak dan juga biji bijian.

3. Rutin Melakukan Aktivitas Fisik

Setiap orang ketika melakukan aktivitas fisik atau olahraga akan mampu memiliki imun yang kuat serta badan yang sehat. Hal ini juga berlaku untuk para penderita diabetes, karena dengan cara berolahraga dapat menurunkan kadar gula darah dengan mengubahnya menjadi energi.

Namun jika seseorang tersebut sudah mengalami penyakit gula dengan gejala yang berat maka yang bisa dilakukan oleh orang tersebut adalah transplantasi pankreas.

Transplantasi pankreas adalah transplantasi organ yang melibatkan penanaman pankreas yang sehat ke dalam orang yang biasanya menderita penyakit gula.

Pencegahan

Lebih baik mencegah daripada mengobati, meskipun faktor dari diabetes ini lebih cenderung ke riwayat keluarga, tapi dengan beberapa faktor yang dapat dihindari sedini mungkin melalui penerapan hidup sehat. 

lalu bagaimana cara pencegahan penyakit gula ini? berikut beberapa penjelasannya:

  1. Mempertahankan berat badan ideal dengan mengonsumsi makanan rendah lemak.
  2. Mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayur.
  3. Mengurangi konsumsi makanan dan minum minuman yang manis.
  4. Berolahraga secara rutin dan banyak melakukan aktivitas fisik diluar maupun di dalam ruangan.
  5. Mengurangi waktu duduk diam terlalu lama, seperti ketika menonton televisi atau bekerja di kantoran.
  6. Menghindari atau berhenti merokok.

Kesimpulan Dari Penyakit Gula Ini Adalah

Dengan mengetahui Apa itu Diabetes? Penyebab, dan bagaimana solusinya. maka kita juga sudah mengetahui bagaimana cara menolong orang lain ketika orang tersebut pengidap penyakit diabetes. 

Tak hanya itu, jika kita sudah mengetahui beberapa gejala yang ditimbulkan dari diri kita ada baiknya kita segera melakukan pemeriksaan ke layanan kesehatan setempat, agar terhindar dari hal hal yang tidak diinginkan dan ada baiknya mencegah dari pada mengobati.

Peraturan Baru Pemakaian Masker Di Era Endemi?

Peraturan Baru Pemakaian Masker Di Era Endemi? 1200 1200 Yudha Pratama

Endemi, Penggunaan masker pada masa pandemi terkhususnya di Indonesia sangat diperketat oleh pemerintah. Hal ini bertujuan untuk penanganan penyebaran virus Covid-19 di Indonesia.

Namun semakin berkembang dan berjalannya dalam penanganan Covid-19 di Indonesia yang semakin terkendali dalam beberapa waktu terakhir, maka keluarlah kebijakan baru dari presiden indonesia dengan surat edaran yang berbunyi :

Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker. Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang, maka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi)”

Lantas bagaimana jika seseorang tersebut berada di dalam ruangan atau berada di dalam transportasi umum? serta bagaimana kebijakan penggunaan masker bagi lansia dan orang yang sedang sakit?

Kebijakan yang dikeluarkan sudah pasti mengikuti berkembangnya penanganan Covid-19 di indonesia, namun dengan ada kebijakan tersebut masih ada beberapa aturan yang harus diperhatikan masyarakat yang telah disampaikan oleh presiden joko widodo. diantaranya:

1. Aturan Memakai Masker Di Dalam Ruangan Atau Berada Di Dalam Transportasi Umum Era Endemi.

Berdasarkan pernyataan jokowi, warga yang beraktifitas di dalam ruangan (kantor, sekolah, institusi, pelayanan, jasa dan sebagainya) masih wajib menggunakan masker. begitu juga ketika sedang berada di dalam angkutan transportasi umum seperti (bus, mobil, kereta api, pesawat, kapal laut dan sebagainya). 

Selanjutnya dalam penanganan Covid-19 bagi para pelaku perjalanan Domestik dan internasional yang sudah di vaksin lengkap atau 2 dosis tidak perlu melampirkan hasil bukti tes Covid-19.

Endemi

2. Aturan Memakai Masker Bagi Lansia Dan Orang Yang Sedang Sakit Era Endemi.

Peraturan bagi masyarakat untuk melonggarkan memakai masker di luar ruangan memang mendapat respon yang baik terlebih lagi bagi mereka yang bekerja di luar ruangan (outdoor). namun bagaimana jadinya peraturan ini yang berlaku bagi mereka yang masih dalam tahap pemulihan dari sakit atau lansia?

Kebijakan tersebut harus diikuti oleh mereka yang memasuki kategori tersebut, karena bagi mereka yang menderita komorbid (Penyakit paru paru, Diabetes, Hipertensi, penyakit ginjal, penyakit jantung) masih wajib menggunakan masker di luar ruangan.

Hal ini bertujuan untuk mempercepat kesembuhan mereka serta tanpa menjangkit orang orang yang ada di sekitar mereka. 

Selanjutnya dalam mengikuti peraturan tersebut ada beberapa pertanyaan bagaimana cara memakai masker dengan benar di era sekarang? berikut langkah-langkahnya:

  1. Biasakan mencuci tangan terlebih dahulu, menggunakan air dan sabun atau menggunakan hand sanitizer. 
  2. pastikan kondisi hidung tidak dalam keadaan pilek atau berair.
  3. setelah itu ambil masker dan pakai, pastikan masker menutupi hidung, mulut, dan dagu. (untuk masker bisa masker medis).
  4. kemudian tekan kawat yang ada di masker bagian atas agar menutupi wajah bagian atas.

Berikutnya adalah bagaimana cara melepaskan masker ketika sudah digunakan oleh kita? ini langkah-langkahnya:

  1. Ganti masker anda ketika masker sudah rusak, kotor atau basah.
  2. Lepas masker dari kaitan telinga.
  3. sobek bagian tengah masker agar tidak digunakan oleh orang lain.
  4. buanglah masker pada tempat sampah yang sudah disediakan.
  5. dan terakhir, cuci kembali tangan menggunakan sabun dan air atau bisa juga menggunakan hand sanitizer.

Kesimpulan Peraturan di Era Endemi?

Meskipun kebijakan pelonggaran masker ini sudah diberlakukan di masyarakat tetapi dalam meningkatkan penanganan Covid-19 hingga 0%, maka haruslah kita menggunakan masker ketika berada di manapun dan kapanpun. hal ini juga tidak salah ketika kita ingin lebih waspada terhadap penyakit yang berada di lingkungan sekitar kita.

Benarkah Vaksin Booster Sebabkan HIV, Mitos / Fakta?

Benarkah Vaksin Booster Sebabkan HIV, Mitos / Fakta? 1200 1200 Yudha Pratama

Hadirnya kabar bahwa vaksin booster membawa kandungan yang dapat melemahkan imun seseorang sehingga sebabkan infeksi human immunodeficiency virus (HIV), membuat sebagian masyarakat khawatir terhadap perlu atau tidaknya vaksin booster (penguat) ini. “

FASTLab, Jakarta – Dengan menangani penyebaran dan penanganan virus  Covid-19 yang ada di indonesia segala upaya dan usaha dalam penanganannya semua dilakukan, dari memahami pola dan struktur virus, hingga dengan pemantauan berkembangnya virus tersebut.

Vaksin pun mulai bermunculan dan berkembang demi penanganan virus covid 19 yang ada di indonesia. lalu beredarnya vaksin baru yang ke 3 yakni vaksin booster yang dapat memperkuat imun seseorang agar menuju hard imun.

Lalu beredar kabar di media sosial bahwa vaksin booster sebabkan HIV atau melemahnya imun sehingga munculnya human immunodeficiency virus (HIV). yang menyebabkan penyakit AIDS (acquired immunodeficiency syndrome).

Booster sebabkan HIV

Penjelasan:

Beredar sebuah artikel di internet yang mengklaim bahwa suntikan vaksin booster dapat menyebabkan penyakit AIDS. Dr. Elizabeth Eads yang menjadi narasumber dalam artikel tersebut menjelaskan bahwa ia melihat Acquired Immunodeficiency Syndrome, yang biasa disebut AIDS, yang dapat mengganggu kekebalan tubuh, sekarang imunodefisiensi tersebut berada pada suntikan vaksin ketiga. 

Ia meyakini hal tersebut karena menemukan lentivirus pada vaksin Covid-19. Lentivirus ini mengandung kombinasi HIV sehingga dapat menyebabkan defisiensi imun manusia sehingga menimbulkan AIDS.

Setelah ditelusuri klaim tersebut Salah. karena para ahli dan pakar virus HIV menyebutkan bahwa tidak ada satupun vaksin yang mengandung lentivirus serta tidak diijinkan beredar di negara manapun. jikalau terdapat vaksin yang mengandung lentivirus ini maka vaksin tersebut tidak akan di lulus tahap pengujinya.

Selain itu secara spesifik virus HIV dapat ditularkan melalui cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan pra-mani, cairan dubur atau vagina, dan air susu ibu.

Kemudian pembuatan vaksin booster ini juga bertujuan untuk memperkuat kekebalan imun seseorang terhadap suatu virus bukan sebaliknya yang melemahkan imun seseorang. 

“Dengan demikian berita yang beredar tersebut merupakan berita yang hoax atau mitos yang tidak perlu dipercaya.”

Untuk lebih meyakinkan masyarakat pentingnya vaksin ketiga atau vaksin booster untuk Herd Immunity. perlu diketahui beberapa manfaat dalam vaksin Covid-19.

Booster sebabkan HIV

Awas Hepatitis Misterius Akut ! || Bagaimana Penularannya?

Awas Hepatitis Misterius Akut ! || Bagaimana Penularannya? 1200 1200 Yudha Pratama

FASTLab, Jakarta – Pandemi di indonesia baru saja memasuki kondisi Endemi, tetapi penanganan Covid-19 di Indonesia masih belum benar-benar aman. Saat ini warga Indonesia sedang dikejutkan dengan kasus hepatitis misterius akut yang banyak menyerang anak anak.

Menteri kesehatan Indonesia masih terus melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus lengkap dan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui penyebabnya. Secara umum beberapa gejala yang ditimbulkan oleh hepatitis misterius akut adalah mual, muntah, sakit perut, diare, dan demam ringan. 

Jika gejalanya sudah semakin berat maka si penderita akan mengalami warna air kencing lebih pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat. Beberapa pakar kesehatan telah melakukan penelitian terhadap kasus ini sudah menemukan Adenovirus 41. Penemuan tersebut merupakan kombinasi dari SARS CoV-19.

Adenovirus ini bisa sangat berbahaya bagi orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena dengan sangat mudah bisa menyerang beberapa organ yang ada di tubuh. Lain halnya dengan orang yang memiliki kekebalan imun yang tinggi Adenovirus ini dapat sembuh dengan sendirinya.

(World Health Organization) menyatakan bahwa kasus hepatitis misterius akut ini dikaitkan dengan latar belakang keluarga yang memelihara anjing. Kondisi hewan yang kurang sehat serta kondisi lingkungan yang kurang baik dapat menjadikan penyebab hepatitis akut ini semakin berkembang dikalangan masyarakat.

Jika secara luas penyebab dari hepatitis misterius akut ini adalah masalah lingkungan maka dengan kemungkinan hal yang harus kita perbaiki adalah pola kebersihan diri dan juga lingkungan. Membersihkan lingkungan dari sampah yang menumpuk hingga dengan pola cuci tangan sebelum makan, hal ini dapat diterapkan pada anak-anak dan orang yang ada di sekitar kita.

Dengan kondisi seperti saat ini apakah orang tua harus khawatir dan takut jika anak anaknya terkena hepatitis misterius akut ini?

Perasaan khawatir dan takut bisa sewajarnya saja jangan sampai membuat kegaduhan hingga dengan berita yang tidak tau penyebabnya. Hal yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah harus waspada dan lebih extra dalam memperhatikan perkembangan dan pola keseharian anaknya. 

Jika terjadi beberapa gejala yang sudah disebutkan tadi ada baiknya orang tua membawa anaknya untuk memeriksa kesehatan buah hati ke fasilitas kesehatan terdekat. Hal tersebut memungkinkan minim terjadinya hepatitis misterius akut ini di lingkungan masyarakat dan anak pun bisa berkembangan dengan sehat dan kuat.

Oleh karena itu perlu adanya kerjasama antara orang tua dengan pihak kesehatan agar kasus ini bisa cepat ditangani dan tidak sampai menimbulkan korban jiwa di kemudian hari. Serta selalu memperketat pemakaian masker yang mana kondisi covid-19 juga masih belum benar benar aman di indonesia.

TIPS SEHAT LIBURAN SAMBIL WISATA KULINER

TIPS SEHAT LIBURAN SAMBIL WISATA KULINER 2251 2251 Yudha Pratama

Tips sehat. Hello Sobat Fast! Tahukah Anda, bahwa berwisata sekaligus menikmati kuliner lezat merupakan dua aktivitas yang sangat disukai banyak orang. Ketika Anda sedang melakukan perjalanan ke tempat yang baru dan juga banyak orang yang menikmati kuliner lokal.

Hal ini akan sangat menyenangkan, jika ternyata Anda termasuk orang yang senang melakukan aktivitas travelling/wisata ke tempat yang belum pernah Anda kunjungi. Lalu budaya yang terdapat di sebuah daerah memang mempengaruhi berbagai jenis kuliner yang terdapat di sana.

Ketika Anda sedang berada di tengah perjalanan liburan, tanpa mengetahui makanan yang dikonsumsi ternyata kurang cocok dengan Anda. Apa yang akan terjadi? Ketidaknyamanan karena timbul sembelit, diare, migrain, pusing, mual atau dampak lainnya. 

Berikut tips sehat dan informasi agar kita bisa menikmati liburan 100% sambil asik berkulineran, ikuti beberapa tips sehatnya di bawah ini:

1. Menentukan Tempat Wisata Yang Tidak Terlalu Ramai

Tips sehat

Pada masa pandemi, lebih baik Anda mencari tahu terlebih dahulu beberapa referensi sebelum berangkat ke destinasi wisata tertentu untuk memastikan kondisi dan fasilitasnya. Anda bisa tentukan tema wisata dan tempat tujuannya terlebih dahulu. Kemudian pilih destinasi wisata yang lebih sepi  atau tidak terlalu ramai untuk menghindarkan wisatawan dari kerumunan.

Hal tersebut bukan hanya sekedar untuk menghindari kerumunan, tetapi bisa membuat Anda bisa lebih leluasa untuk memilih beberapa kuliner di tempat tersebut. Jika tempat tersebut ramai, pasti Anda sangat malas dan tidak terlalu merasa menikmati kulineran tersebut.

2. Kebersihan Makanan

Tips sehat

Tahap kedua Anda wajib untuk memperhatikan kebersihan makanan dan tangan Anda. Selalu membawa atau siap sedia hand sanitizer atau mencuci tangan sebelum makan. Kita sering kali lupa, ketika sedang menunggu-nunggu makananan dan siap untuk disantap jadi lupa untuk mencuci tangan.

Walau pandemi Covid-19 sudah mulai menyurut, tidak ada salahnya kita tetap menjaga kesehatan. Karena itu untuk kebaikan kita juga baik sekarang atau kedepannya.

3. Menjaga Kesehatan

Tips sehat

Soal kesehatan harus menjadi prioritas utama kita, jangan sampai ketika sedang asik liburan atau sesudah liburan jadi sakit. Liburan bukan berarti Anda bisa mengabaikan kesehatan, satu hal penting yang mesti dilakukan sebelum maupun di tengah aktivitas liburan adalah memastikan tubuh dalam kondisi yang baik-baik saja (sehat).

Baca juga : Vitamin A, manfaat, sumber dan efek sampingnya

Tetap menjaga istirahat yang cukup, jangan lupa juga untuk makan tepat waktu, berolahraga, perbanyak minum air putih, dan untuk daya tahan tubuh tambahan yaitu konsumsi vitamin agar tubuh kita selalu dalam keadaan fit. Jangan sampai, alih-alih makin segar usai liburan, setelah liburan, Anda malah sakit.

4. Hindari Makanan-makanan Sensitif

Tips sehat

Tips sehat selanjutnya, Jika Anda memiliki alergi makanan, sensitivitas atau intoleransi terhadap makanan tertentu seringkali tidak diketahui penyebabnya secara jelas. Efek samping dari makanan tertentu yang membuat Anda merasa tidak nyaman. 

Gejala yang disebabkan oleh intoleransi makanan tidak terjadi langsung setelah mengkonsumsi makanan tertentu. Biasanya, akan terasa setelah melewati beberapa jam atau bahkan beberapa hari setelah mengonsumsi makanan, sehingga rasanya sulit menerka penyebabnya.

Lalu cara untuk mengetahui apakah Anda memiliki sensitivitas atau intoleransi terhadap makanan tertentu? Anda bisa coba check up atau konsultasi dengan dokter spesialis yang ada di FASTLab.id. Pemeriksaan ini dapat membuat Anda untuk mengetahui makanan apa saja yang mungkin harus Anda hindari ketika sedang wisata liburan dan sekaligus kulineran.

Setelah melakukan pemeriksaan, jadi Anda bisa mengetahui jenis-jenis makanan apa saja yang harus dihindari, yang dapat dikonsumsi secara terbatas dan makanan yang bebas dikonsumsi tanpa keraguan.

Kesimpulan

Dari beberapa penjelasan diatas, semoga bisa bermanfaat untuk Anda yang mau melakukan kegiatan liburan wisata dan kulineran. Jangan lupa untuk menjaga daya tahan tubuh dan membawa perlengkapan obat-obatan. Sebelum berpergian mempersiapkan semua keperluan dan jangan lupa untuk menghindari tempat berkerumun. Jadi sehat selalu ya Sobat Fast!

5 CARA SEDERHANA MENJAGA KEBUGARAN MENTAL

5 CARA SEDERHANA MENJAGA KEBUGARAN MENTAL 2251 2251 Yudha Pratama

Hello Sobat Fast! Tahukah Anda, bahwa dalam meningkatkan kebugaran secara keseluruhan, Anda bukan hanya berfokus pada kesehatan fisik. Namun kesehatan mental juga memainkan peran yang besar dalam kehidupan, kesehatan mental Anda sebagai kemampuan diri sendiri dalam mengelola perasaan dan menghadapi kesulitan sehari-hari.

Selama ini ada banyak pemahaman tentang apa yang kita pikirkan bisa mempengaruhi tubuh fisik kita, begitu juga apa yang sedang kita alami di tubuh fisik akan mempengaruhi kualitas pemikiran Anda. Terganggunya kesehatan pikiran oleh pemikiran dan perasaan negatif akan memicu keluarnya hormon dan reaksi kimia dalam tubuh yang mempengaruhi kondisi fisik secara negatif, ketika hal ini berlangsung berkepanjangan fenomena ini telah memicu munculnya masalah fisik yang sebenarnya bermula dari pikiran.

Beberapa faktor bisa mempengaruhi kesehatan mental seseorang (kebugaran). Di antaranya faktor biologis seperti gen atau kimia di otak, pengalaman hidup, dan riwayat keluarga. Berikut beberapa cara menjaga kesehatan mental yang perlu dilakukan setiap hari:

1. Positif Thinking

Berusaha untuk selalu positif thinking, memang tidak semudah yang kita fikirkan. Namun ternyata saat kita mencoba untuk positif thinking memiliki pengaruh sangat baik untuk menjaga kebugaran mental. Positif Thinking sebaiknya dimulai dengan berbicara pada diri sendiri (self-talk). Jika self-talk Anda terlalu kebanyakan negatif, maka pandangan hidup Anda kemungkinan memiliki perasaan pesimis. Tetapi sebaliknya, jika self-talk Anda sebagian besar positif, maka Anda kemungkinan orang yang optimis dan memiliki kepercayaan diri. Pemikiran positif akan memiliki keterampilan dalam mengatasi stres yang lebih baik dan bermanfaat bagi kesehatan mental secara keseluruhan.

Pada penelitian telah menunjukkan, bahwa cara Anda berpikir positif tentang diri sendiri dapat memiliki efek yang kuat pada kejiwaan Anda. Ketika Anda memandang diri Anda sendiri dan memikirkan hal negatif, maka kita juga merasakan efek negatifnya. Sebaliknya, jika membiasakan diri menggunakan kata-kata yang membuat lebih positif, maka hal ini membuat Anda jadi lebih optimis dan kebugaran pun akan terbangun.

2. Sering Berolahraga Untuk Kebugaran Tubuh

kebugaran

Ketika tubuh Anda aktif bergerak tidak hanya baik untuk kesehatan fisik, tetapi juga berkontribusi positif pada kesehatan mental. Jadi aktif bergerak dapat meningkatkan harga diri, memotivasi diri sendiri, dan mengubah kimia di otak menjadi lebih positif. Coba sering Anda rutinkan untuk beranjak dari tempat duduk setiap 20 menit sekali, lakukan jalan kaki untuk mengambil minum atau ke kamar mandi. Fisik dan mental juga mempengaruhi, semakin prima seseorang rutin berolahraga setidaknya 30 menit lakukan setia hari.

Pilihlah jenis olahraga yang dilakukan di luar ruangan. Lalu hirup udara di luar ruangan bisa membantu meredakan stres. Maka tubuh akan melepaskan endorfin, sehingga membantu menyingkirkan stres dan bisa meningkatkan suasana hati Anda sebelum dan sesudah berolahraga. Jadi seperti itulah sebabnya olahraga, dalam penangkal stres, kecemasan, dan depresi yang ampuh.

Baca juga : Apakah Virus Hepatitis A Berbahaya? || Bisa Disembuhkan?

3. Mencoba Hal Baru

Pernahkah Anda berhenti sejenak dari rutinitas yang sering kali Anda lakukan? 

Mencoba sesuatu hal baru dapat membantu menjaga otak tetap sehat dengan membiarkan otak tetap aktif dan meningkatkan vitalitasnya, melakukan kegiatan yang baru dapat Anda lakukan secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari seperti mencoba makanan baru, traveling, mencoba cara baru untuk menyelesaikan tugas rutin, dan menggunakan rute yang berbeda untuk pergi bekerja atau supermarket.

Pada penelitian telah menunjukkan, bahwa mempelajari keterampilan baru dapat meningkatkan kesejahteraan mental. Jadi ketika Anda sedang mempelajari ilmu atau pengetahuan baru, kepercayaan diri dan harga diri Anda bisa meningkat. Selain itu, mempelajari keterampilan baru juga membuka peluang seseorang terhubung dengan orang lain. Ingat, tak perlu muluk-muluk menerapkan target tertentu. Cukup Anda lakukan sesuatu yang baru dan bisa menarik untuk bisa rutin dijalani.

4. Multitasking

Jika seseorang memiliki kemampuan multitasking,  memang itu sebuah kemampuan yang bagus dan biasanya juga banyak dibutuhkan dalam dunia kerja. Multitasking merupakan sebuah kemampuan untuk mengerjakan beberapa hal sekaligus pada saat yang bersamaan. Ada banyak orang bisa melakukan multitasking dengan harapan mempermudah dan mempersingkat waktu. Pada kenyataannya, terjadi dalam beberapa hal tentang multitasking, cenderung tidak membuat lebih produktif, melainkan hanya menciptakan lebih banyak masalah daripada menyelesaikannya.

Secara otak kita sebenarnya hanya dapat fokus pada satu tugas dalam satu waktu dan tidak didesain untuk menampung beberapa tugas berat dalam waktu bersamaan. Mungkin kita tidak merasa bahwa tugas tersebut berat, namun kenyataannya melakukan pergantian tugas secara terus menerus dalam waktu yang cepat dan bersamaan adalah hal yang berat untuk dilakukan oleh otak kita. Oleh karena itu, multitasking dapat mengganggu kinerja otak dan menyebabkan otak kehilangan kemampuan untuk berpikir tajam, serta dapat mengganggu memori jangka panjang.

5. Luangkan Waktu Untuk Beristirahat Dan Kebugaran

Ketika Anda sudah mulai merasa memiliki beban pikiran, coba istirahatkan fisik dan mental Anda sejenak. Anda bisa coba untuk lakukan meredakan stres secara instan, coba lakukan latihan pernapasan sederhana. Anda bisa coba untuk memejamkan mata dan tarik napas dalam-dalam sampai 10 kali. Saat mengambil, menahan, dan mengeluarkan napas, masing-masing lakukan dalam empat hitungan.

Pada saat-saat semua pekerjaan terasa seperti terlalu banyak, menjauhlah, dan lakukan apapun kecuali hal yang membuat kamu semakin stres, setidaknya sampai Anda merasa sedikit lebih baik. hal terbaik yang bisa Anda lakukan yaitu latihan pernapasan sederhana: Tutup mata dan ambil 10 tarikan napas dalam-dalam. Untuk masing-masing tarikan napas, hitung sampai empat saat menarik napas, tahan selama empat hitungan, dan buang napas untuk empat hitungan. Hal ini bekerja baik untuk membantu Anda melawan stres.

Jadi mulai sekarang, Anda memiliki berbagai cara langkah-langkah positif sederhana untuk menjaga kebugaran mental Anda. Cara menjaga kesehatan mental seperti yang disebutkan diatas tidaklah sulit dilakukan, Anda hanya memerlukan menerapkannya secara bertahap dan penuh ketelatenan dalam menerapkannya supaya mendapatkan manfaat jangka panjang.

Obat Herbal Hepatitis ? || Berikut Penjelasannya

Obat Herbal Hepatitis ? || Berikut Penjelasannya 2251 2251 Yudha Pratama

Hello Sobat FAST! Tahukah Anda, bahwa saat ini hepatitis telah merajalela di beberapa negara. Salah satunya negara kita tercinta yaitu Indonesia. Virus hepatitis bisa menyebabkan peradangan kronis pada hati. 

Bagi pengobatan hepatitis diperlukan untuk mengurangi keparahan hingga mencegah komplikasi. Obat herbal hepatitis dapat membantu untuk pemulihan hepatitis. Beberapa bahan alami yang dapat mengatasi hepatitis apa sajakah? Mari kita bahas dalam artik kali ini.

Penjelasan Obat Herbal Hepatitis

Tahukah Sobat Fast, bahwa beberapa ilmuwan telah menunjukkan bagaimana pengobatan alami memberikan cara yang lebih murah untuk pencegahan dan pengobatan virus hepatitis. 

Contohnya seperti :

  • Daun sambiloto,
  • Phyllanthus amarus, 
  • Alpukat, 
  • Kunyit, 
  • Bawang putih, dan 
  • Kola sambiloto.

Secara konvensional virus hanya dapat ditanggulangi dengan vaksinasi, skrining massal, dan pengobatan. Namun pemerintah tidak segera melakukan tindakan penyelamatan jiwa ini mungkin karena implikasi biaya yang besar, karena merawat lebih dari 25 juta orang yang terinfeksi.

Ada 5 jenis virus hepatitis, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E. Masing-masing gejala hepatitis bisa berbeda untuk setiap orang, jadi untuk pengobatannya pun berbeda dan disesuaikan dengan kondisi pasien. 

Selain mengatasinya dengan obat dokter, ternyata ada beberapa bahan atau metode alternatif yang bisa membantu mengatasi pengobatan virus hepatitis. Tetapi, harus diingat bahwa obat herbal hepatitis ini tidak bisa menyembuhkan penyakit seutuhnya.

Obat herbal hepatitis

1. Milk Thistle

Obat Herbal pertama yaitu milk thistle, salah satu pengobatan hepatitis tradisional yang sudah terkenal sejak lama. Ekstrak tanaman ini banyak digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan yang berkaitan dengan organ hati, saluran empedu, dan kantung empedu.

Ada beberapa penelitian, terlihat bahwa obat herbal hepatitis ini dapat membantu menghambat virus hepatitis memasuki sel hati. Namun untuk  penggunaannya belum bisa digunakan sebagai obat utama untuk mengatasi gejala hepatitis.

2. Teh Hijau Obat Herbal Hepatitis

Selanjutnya yaitu dengan mengkonsumsi minuman yang terbuat dari teh hijau, karena bisa menjadi salah satu obat herbal hepatitis secara alami. Pasalnya, teh hijau mengandung antioksidan bernama katekin yang dapat membantu melindungi sel hati.

Pada kandungan polifenol dalam teh hijau berpotensi untuk menghambat virus agar tidak masuk ke sel hati. Pengobatan hepatitis tradisional ini tidak dianjurkan secara berlebihan karena justru menyebabkan kerusakan hati pada sebagian orang.

3. Zinc

Zinc merupakan mineral yang sangat penting untuk banyak fungsi tubuh. Ketika seseorang mengalami hepatitis, kadar zinc di dalam tubuh akan menurun. Hal inilah yang membuat pasien kerap mengalami kekurangan zinc.

Solusinya, Anda bisa mencoba minum suplemen zinc sebagai obat herbal hepatitis. Penelitian dari  Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition (2012) bahkan pernah menemukan bahwa pasien hepatitis C yang minum suplemen zinc mengalamai risiko kanker hati. 

Zinc bekerja dengan cara menghambat proses peradangan dan aktivitas protein penyebab kerusakan jaringan pada hepatitis C kronis. Selain itu, zinc juga baik untuk menjaga fungsi liver. Pasalnya, orang dengan penyakit liver kronis memiliki kadar zinc yang rendah.

4. Kunyit

Kemudian ada kunyit salah satu bahan herbal yang tak asing. Beberapa orang menggunakan kunyit untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, kecuali tidak untuk menjaga kesehatan organ hati. 

Senyawa dari kurkumin pada kunyit menghambat masuknya seluruh genotip virus hepatitis C. Kurkumin juga merusak virus hepatitis C sehingga mengganggu proses infeksi ke liver. Tidak hanya hepatitis C, kurkumin juga menghambat aktivitas DNA virus hepatitis B.

5. Ginseng

Pada bahan satu ini juga yaitu ginseng bisa menjadi obat herbal mengatasi virus hepatitis. Hal ini dikarenakan pengobatan hepatitis tradisional ini mampu melindungi organ hati dari kerusakan akibat virus serta kemunculan jaringan parut atau fibrosis.

Namun untuk Anda yang sedang menjalani perawatan dengan obat golongan imatinib atau raltegravir, ginseng tidak boleh dikonsumsi. Hal ini dikarenakan interaksi obat ini akan menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, seperti kerusakan liver.

Baca juga : Mabuk Perjalanan? Penyebab, Gejala dan Mengobatinya?

6. Temulawak Obat Herbal Hepatitis

Kemudian untuk obat mengatasi hepatitis tidak hanya kunyit, tetapi temulawak pun mengandung kurkumin. Temulawak memiliki senyawa kurkumin yang bersifat antioksidan sehingga bisa mengurangi peradangan pada liver.

Jadi, temulawak termasuk bagian dari obat herbal dalam mengatasi hepatitis yang bisa mengurangi komplikasi yang diakibatkan peradangan berkepanjangan, seperti kerusakan liver. Selain itu, kandungan kurkumin berpotensi menghambat penggandaan virus hepatitis B. 

Manfaat dari obat herbal Temulawak yaitu bisa menekan keparahan penyakit satu ini. Tak heran, temulawak menjadi obat herbal untuk penyakit hepatitis B. Serupa dengan kunyit, kurkumin pada temulawak juga menghambat infeksi hepatitis C ke liver.

7. Meditasi & Yoga

Terakhir Anda bisa mencoba melakukan kegiatan meditasi dan yoga dalam mengatasi penyakit hepatitis C, terutama yang sudah kronis, tentu bisa menurunkan kualitas hidup Anda. Tak jarang pasien yang mengalaminya merasa cemas dan stres. 

Dokter suka menyarankan pasien melakukan meditasi dan yoga. Walaupun tidak bisa mengobati hepatitis seutuhnya, cara tersebut bisa meringankan beban yang Anda rasakan dan membuat tubuh terasa lebih nyaman secara alami. 

Kegiatan meditasi ini diharapkan bisa melepas diri dari pikiran-pikiran yang membuat cemas serta membuat tubuh lebih rileks. Kemudian latihan peregangan saat yoga dapat mengurangi rasa sakit atau pegal-pegal yang Anda rasakan selama mengalami gejala.

Kesimpulan Obat Herbal Hepatitis

Pada penjelasan diatas terlepas dari penggunaan obat medis atau herbal untuk mengatasi hepatitis, Anda perlu menjalani tes darah rutin. Ini berguna agar dokter mengetahui secara pasti sejauh mana hati Anda masih berfungsi. 

Kemudian untuk pengobatan hepatitis akut dan kronis berbeda satu sama lainnya. Beristirahat, meringankan gejala dan menjaga asupan cairan yang memadai dianjurkan untuk pengobatan hepatitis virus akut.

Apa Itu Hepatitis E? || Apakah Bisa Disembuhkan?

Apa Itu Hepatitis E? || Apakah Bisa Disembuhkan? 2251 2251 Yudha Pratama

Hello Sobat FAST! Tahukah Anda tentang Hepatitis E? Kita sudah 4 kali pembahasan tentang Hepatitis, memiliki banyak jenis dan semuanya berbahaya jika tidak segera diatasi dengan baik dan benar.

Pembahasan kali ini kita akan memberikan informasi seputar tentang Hepatitis E. Virus ini menyerang sel sehat dalam tubuh dan terdiri dari berbagai jenis yang berbeda sesuai dengan cara penularannya.

Virus Hepatitis E termasuk penyakit yang jarang terjadi, terutama di negara-negara maju. Meski begitu, penyakit hepatitis ini lebih sering ditemukan di negara berkembang yang memiliki tingkat kebersihan dan sanitasi yang kurang baik.

Overview

Hepatitis E adalah peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis E. VHE memiliki setidaknya 4 jenis yang berbeda: genotipe 1, 2, 3 dan 4. Genotipe 1 dan 2 hanya ditemukan pada manusia. Genotipe 3 dan 4 beredar di beberapa hewan.

Virus ditumpahkan dalam tinja orang yang terinfeksi dan memasuki tubuh manusia melalui usus. Penularan biasanya terjadi melalui air minum yang terkontaminasi. Infeksi biasanya sembuh sendiri dan sembuh dalam 2-6 minggu.

Penularan

Infeksi dari virus hepatitis E umum di negara-negara yang memiliki penghasilan rendah dan menengah dengan akses terbatas ke air esensial, sanitasi, kebersihan dan layanan kesehatan. Pada daerah-daerah ini, penyakit terjadi baik sebagai wabah maupun sebagai kasus sporadis.

Virus ini biasanya mengikuti periode kontaminasi tinja dari persediaan air minum dan dapat mempengaruhi ratusan hingga ribuan orang. Wabah tersebut terjadi di daerah-daerah konflik dan keadaan darurat kemanusiaan.

Beberapa kasus sporadis juga terkait dengan pencemaran air, meskipun dalam skala yang lebih kecil. Kasus-kasus tersebut sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus genotipe 1, dan lebih jarang oleh virus genotipe 2.

Pada daerah menengah keatas dengan sanitasi dan suplai air yang lebih baik, infeksi hepatitis E biasanya jarang terjadi. Kasus ini disebabkan oleh virus genotipe 3 dan dipicu oleh infeksi virus yang berasal dari hewan, biasanya melalui konsumsi daging hewan yang kurang matang.

Gejala

Masa inkubasi setelah terpapar hepatitis E berkisar antara 2-10 minggu, dengan rata-rata 5-6 minggu. Orang yang terinfeksi mengeluarkan virus mulai dari beberapa hari sebelum sampai 3-4 minggu setelah timbulnya penyakit.

Di daerah dengan endemisitas penyakit yang tinggi, infeksi simtomatik paling sering terjadi pada orang dewasa muda berusia 15-40 tahun. Walaupun infeksi terjadi pada anak-anak, sering tidak terdiagnosis karena mereka biasanya tidak memiliki gejala atau hanya penyakit ringan.

Tanda dan gejala khas hepatitis meliputi:

  • Fase awal demam ringan, mual dan muntah yang berlangsung selama beberapa hari,
  • Sakit perut, gatal, ruam kulit, atau nyeri sendi,
  • Penyakit kuning (warna kulit kuning), urin gelap dan tinja pucat, dan
  • Hati yang sedikit membesar dan nyeri tekan (hepatomegali).

Gejala-gejala seperti ini sering tidak bisa dibedakan dari yang dialami selama penyakit hati lainnya dan biasanya berlangsung 1-6 minggu.

Kasus penyakit ini memang jarang terjadi, karena efeknya bisa parah dan mengakibatkan hepatitis fulminan (gagal hati akut), beresiko kematian. Wanita hamil dengan hepatitis E, terutama pada trimester 2/3, memiliki risiko gagal hati akut, kematian janin, dan kematian. 

Dari 20-25% wanita hamil dapat meninggal jika mereka mendapatkan hepatitis E pada trimester ketiga.

Kasus infeksi penyakit ini telah dilaporkan pada orang dengan imunosupresi, terutama penerima transplantasi organ pada obat imunosupresif, dengan infeksi VHE genotipe 3 atau 4. Ini tetap tidak umum.

Diagnosa

Kasus hepatitis E secara klinis tidak dapat dibedakan dari jenis hepatitis virus akut lainnya. Namun, diagnosis sering kali dapat dicurigai secara kuat dalam rangkaian epidemiologi yang tepat.

Ketika beberapa kasus terjadi di tempat-tempat di daerah endemik penyakit yang diketahui, dalam rangkaian dengan risiko kontaminasi air ketika penyakitnya lebih parah pada wanita hamil atau jika hepatitis A telah diderita. pengecualian.

Diagnosis pasti infeksi hepatitis E biasanya didasarkan pada deteksi antibodi anti-VHE imunoglobulin M (IgM) spesifik terhadap virus dalam darah seseorang, ini biasanya cukup di daerah di mana penyakit ini umum. Tes cepat tersedia untuk penggunaan lapangan.

Tes tambahan termasuk reverse transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR) untuk mendeteksi RNA virus hepatitis E dalam darah dan tinja. Pengujian ini membutuhkan fasilitas laboratorium khusus. 

Treatment

Tidak ada pengobatan khusus untuk mengubah perjalanan hepatitis E akut. Virus ini biasanya sembuh sendiri, rawat inap umumnya tidak diperlukan. Hal paling penting adalah menghindari obat-obatan seperti Asetaminofen, parasetamol, dan obat-obatan untuk mengatasi muntah.

Perawatan inap tidak diperlukan bagi pasien dengan hepatitis fulminan. Orang dengan imunosupresi dengan hepatitis E kronis mendapat manfaat dari pengobatan khusus menggunakan ribavirin, obat antivirus.

Pencegahan

Virus Hepatitis E dapat dikurangi dengan:

  • Menjaga standar kualitas untuk pasokan air publik, dan
  • Membangun sistem pembuangan yang tepat untuk kotoran manusia.

Pada tingkat individu, risiko infeksi dapat dikurangi dengan:

  • Menjaga praktik higienis, dan
  • Menghindari konsumsi air dan es yang kemurniannya tidak diketahui.

Kesimpulan

Jadi kesimpulan yang bisa diambil dari penjelasan diatas yaitu adalah peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis E (VHE). Setiap tahun diperkirakan ada 20 juta infeksi VHE di seluruh dunia.

Informasi yang didapatkan dari WHO memperkirakan bahwa virus ini menyebabkan sekitar 44.000 kematian pada tahun 2015 (menyumbang 3,3% dari kematian akibat virus hepatitis). Virus ini ditularkan melalui rute fekal-oral, terutama melalui air yang terkontaminasi.

Awas Bahaya Virus Hepatitis D || Penularannya Cepat!

Awas Bahaya Virus Hepatitis D || Penularannya Cepat! 2251 2251 Yudha Pratama

Hello Sobat FAST! Tahukah Anda tentang Virus Hepatitis D? Pada artikel sebelumnya kita sudah sering membahas soal Hepatitis. Pembahasan kali ini, kita akan memberitahu informasi tentang Hepatitis D. 

Hepatitis D yaitu jenis virus yang berbeda, hal ini karena infeksi virus ini hanya bisa terjadi jika seseorang sudah terinfeksi hepatitis B sebelumnya. Hepatitis D dapat bersifat akut maupun kronis.

Overview

Hepatitis D adalah peradangan hati yang disebabkan oleh virus VHD, yang membutuhkan VHB untuk replikasinya. Infeksi VHD tidak dapat terjadi tanpa adanya virus hepatitis B. 

Koinfeksi VHD-VHB dianggap sebagai bentuk hepatitis virus kronis yang paling parah karena perkembangan yang lebih cepat menuju karsinoma hepatoseluler dan kematian terkait hati. Vaksinasi terhadap hepatitis B adalah satu-satunya metode untuk mencegah infeksi HDV.

Distribusi Geografis

Pada sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Hepatology di tahun 2020, dilakukan bekerja sama dengan WHOwho, diperkirakan virus hepatitis D mempengaruhi hampir 5% orang di dunia yang memiliki infeksi kronis virus hepatitis B.

Koinfeksi hepatitis D dapat menjelaskan sekitar 1 dari 5 kasus penyakit hati dan kanker hati pada orang dengan infeksi VHB. Studi ini telah mengidentifikasi beberapa hotspot geografis dengan prevalensi tinggi infeksi VHD termasuk Mongolia, Republik Moldova, dan negara-negara di Afrika barat dan tengah.

Penularan

Rute penularan terjadi melalui kulit yang rusak atau melalui kontak dengan darah yang terinfeksi. Vaksinasi terhadap VHB mencegah koinfeksi VHD, karena perluasan program imunisasi VHB pada masa kanak-kanak telah mengakibatkan penurunan kejadian hepatitis D.

Pembawa VHB kronis berisiko terinfeksi VHD. Orang yang tidak kebal terhadap VHB (baik karena penyakit alami atau imunisasi dengan vaksin hepatitis B) berisiko terinfeksi VHB, yang menempatkan mereka pada risiko infeksi VHD.

Pengguna narkoba dan orang dengan virus hepatitis C atau infeksi HIV. Risiko koinfeksi juga tampaknya berpotensi lebih tinggi pada penerima hemodialisis, pria yang berhubungan seks sesama jenis, dan pekerja seks komersial.

Gejala

Biasanya untuk yang terkena hepatitis D akan merasakan gejala awal seperti demam kelelahan, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, urin berwarna gelap, tinja berwarna pucat, dan penyakit kuning (mata kuning), biasanya muncul 3-7 minggu setelah infeksi awal. 

Bahkan fulminan tetapi pemulihan biasanya lengkap dan perkembangan hepatitis fulminan jarang terjadi dan hepatitis D kronis jarang terjadi (kurang dari 5%).

Dalam superinfeksi, Penyakit ini dapat menginfeksi seseorang yang sudah terinfeksi hepatitis B secara kronis. Superinfeksi VHD pada VHB kronis mempercepat perkembangan penyakit yang lebih parah pada semua usia dan pada 70-90% orang. 

Pasien dengan sirosis yang diinduksi VHD berada pada peningkatan risiko karsinoma hepatoseluler (HCC), namun mekanisme dimana VHD menyebabkan hepatitis yang lebih parah dan perkembangan fibrosis yang lebih cepat daripada VHB saja masih belum jelas.

Diagnosa

Infeksi dari virus VHD di diagnosis dengan kadar tinggi imunoglobulin G (IgG) anti-VHD dan imunoglobulin M (IgM), dan dikonfirmasi dengan deteksi RNA HDV dalam serum. Namun, diagnostik VHD tidak tersedia secara luas dan tidak ada standarisasi untuk pengujian RNA HDV.

Treatment

Interferon alfa pegilasi yaitu sebuah pengobatan yang umumnya direkomendasikan untuk infeksi virus VHD. Pengobatan harus berlangsung setidaknya selama 48 minggu terlepas dari respon pasien. 

Virus cenderung memberikan tingkat respons yang rendah terhadap pengobatan, namun pengobatan dikaitkan dengan kemungkinan perkembangan penyakit yang lebih rendah, tidak boleh diberikan kepada pasien dengan sirosis dekompensasi.

Diperlukan lebih banyak upaya untuk mengurangi beban global hepatitis B kronis dan mengembangkan obat-obatan yang aman dan efektif melawan VHD dan cukup terjangkau untuk digunakan dalam skala besar bagi mereka yang paling membutuhkan.

Pencegahan

WHO tidak memiliki rekomendasi khusus tentang hepatitis D, pencegahan penularan Hepatitis D yaitu dosis kelahiran tepat waktu, profilaksis antivirus tambahan untuk wanita hamil yang memenuhi syarat, keamanan darah, praktik injeksi yang aman di tempat perawatan kesehatan dan layanan kebersihan.

Kesimpulan Virus Hepatitis D

Dari penjelasan diatas kesimpulannya, bahwa Virus Hepatitis D adalah virus yang membutuhkan virus hepatitis B (VHB) untuk replikasinya. Virus ini mempengaruhi secara global hampir 5% orang yang memiliki infeksi kronis virus hepatitis B (VHB).

Populasi yang lebih mungkin untuk memiliki koinfeksi VHB dan VHD termasuk penduduk asli, penerima hemodialisis dan orang-orang yang menyuntikkan narkoba. Di seluruh dunia, jumlah infeksi HDV telah menurun sejak tahun 1980-an.

Kombinasi infeksi VHD dan VHB dianggap sebagai bentuk hepatitis virus kronis yang paling parah karena perkembangan yang lebih cepat menuju kematian terkait hati dan karsinoma hepatoseluler.

Medical Check-up (MCU) Apa Itu? || Berikut 5 Alasan Penting

Medical Check-up (MCU) Apa Itu? || Berikut 5 Alasan Penting 2251 2251 Yudha Pratama

Hello Sobat Fast! Untuk Anda yang masih muda dan tidak pernah sakit, kemudian Anda telah menyimpulkan merasa sehat-sehat saja. Justru karena masih muda itulah Anda harus mengetahui kondisi medis. Merasa sehat dan tidak pernah sakit bukan berarti Anda benar-benar sehat.

Ada banyak sekali yang harus Anda periksa ketika medical check-up (MCU), seperti gula darah, tekanan darah, kolesterol, jantung, mata, kulit, telinga, gigi, tulang dan lainnya. Ini sangat penting dan perlu dilakukan secara berkala.

Jika Anda masih cukup ragu untuk melakukan Medical Check-up, kita akan bahas beberapa alasan yang dapat menjadi bahan pertimbangan Anda dalam mendengarkan isyarat yang telah diberikan oleh tubuh Anda :

1. Deteksi Penyakit Sejak Dini

Pada pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara rutin memungkinkan dokter untuk mengetahui tanda-tanda penyakit yang mungkin tidak diketahui oleh pasien. Karena pemeriksaan rutin, dokter dapat mendiagnosis kondisi yang berpotensi parah atau mengancam jiwa.

Selain memeriksa tingkat kesehatan, medical check-up (MCU)merupakan langkah antisipasi yang efektif dalam mendeteksi kemungkinan adanya penyakit serius dalam tubuh dan risiko-risikonya.

MCU

2. Mencegah Penyakit Untuk Berlanjut

Ketika Anda sering melakukan medical check-up (MCU), Anda akan mengetahui gejala yang sedang Anda alami, kemudian Anda bisa mencegah penyakit tersebut, agar tidak berlanjut ke tahap yang lebih serius.

Pada beberapa penyakit yang mengancam jiwa dapat secara bertahap menumpuk di dalam tubuh bahkan sebelum gejala fisik muncul, dengan deteksi dini, Anda akan memiliki peluang lebih tinggi untuk mendapatkan perawatan yang tepat dengan segera.

3. Mendorong Kebiasaan Sehat Untuk Medical Check-up (MCU)

Ketika Anda sudah mengetahui kondisi tubuh dengan sering melakukan Medical Check-up (MCU), jadi Anda akan lebih peduli dalam merawat tubuh, tentunya Anda akan melakukan berbagai macam cara yang direkomendasikan oleh dokter dalam merawat tubuh Anda sendiri.

Dalam hal inilah yang pada akhirnya akan mendorong Anda untuk mengubah pola perilaku ke arah yang lebih sehat, seperti mengubah menu makanan, aktivitas olahraga atau fisik, serta mengendalikan stres dengan cara yang tepat.

Pada pemeriksaan kesehatan secara teratur, seseorang memiliki akses mendapatkan informasi penting yang bisa memantau kesehatan fisik, mental, dan emosional mereka sehingga mereka bisa mengambil tindakan dan membuat sebuah keputusan yang bijaksana untuk kesejahteraan mereka.

4. Medical Check-up Hemat Biaya

Ketika Anda mengeluarkan biaya untuk medical check-up (MCU) itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan biaya yang harus Anda bayarkan untuk menyembuhkan penyakit berat yang sudah tergolong parah. Itulah mengapa kita sangat perlu mengetahui kondisi kesehatannya sedini mungkin.

Jadi semakin awal Anda melakukan pemeriksaan kesehatan dan melakukan tindakan antisipasi, semakin kecil pula biaya yang perlu dikeluarkan nantinya. Seperti yang kita ketahui, perkembangan penyakit ke arah yang lebih berbahaya akan berpotensi pada perawatan medis jangka panjang yang sangat mahal.

5. Memiliki Rekam Medis Medical Check-up!

Kesimpulan Dari Medical Check-up (MCU)

Medical Checkup yang dilakukan secara rutin dapat menghasilkan catatan medis yang konsisten. Catatan ini dapat menjadi informasi penting tentang kondisi kesehatanmu dari waktu ke waktu sehingga analisa dan tindakan medis yang diambil dapat terukur dan akurat.