Mabuk Perjalanan? Penyebab, Gejala dan Mengobatinya?

Bagikan :
Bagikan :
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Daftar Isi

Mabuk perjalanan adalah sebuah kondisi dimana otak tidak dapat memahami sinyal yang didapat dari berbagai gerakan seperti mata, telinga dan tubuh lainnya ketika sedang dalam perjalanan. Ketika kondisi ini terjadi makan penderita tersebut akan mengalami pusing dan mual selama kendaraan bergerak.

Apa Penyebabnya?

Ketika sedang dalam perjalanan otak akan menerima sinyal dari berbagai keadaan dan kondisi, misalkan saat didalam kendaraan mata melihat semua bangunan atau pepohonan yang bergerak sedangkan otot dan sendi merasa bahwa tubuh diam tidak bergerak.

Ketika kondisi tersebut terjadi maka akan membuat otak tidak dapat memproses informasi secara benar. Hal inilah yang menyebabkan seseorang mengalami mabuk perjalanan. Tetapi terdapat beberapa faktor juga ketika seseorang mengalaminya misalkan:

  1. Usia 2 hingga 12 tahun,
  2. Bermain handphone atau membaca buku ketika berkendara,
  3. Kurang beristirahat,
  4. Perut dalam keadaan kosong,
  5. Perubahan hormonal,
  6. Riwayat pada keluarga, dan
  7. Kondisi tertentu seperti migrain, vertigo atau parkinson.

Apa Gejalanya?

Gejala yang dialami ketika sedang mabuk perjalanan dapat dibagi dari gejala ringan hingga dengan berat. Dibawah ini beberapa gejala dan tanda akibat dari masuk perjalanan:

  1. Pusing,
  2. Nyeri perut,
  3. Lelah,
  4. Mual,
  5. Kulit pucat,
  6. Sakit kepala,
  7. Keringat dingin,
  8. Sulit berkonsentrasi,
  9. Gelisah,
  10. Nafas tidak teratur,
  11. Produksi air liur meningkat, dan
  12. Muntah.

Cara Mengatasinya?

Mabuk perjalanan

Ketika seseorang mengalami mabuk perjalanan untuk mengatasinya cukup dengan minum obat anti mabuk sebelum melakukan perjalanan. Ketika ingin menggunakan obat anti mabuk sebaiknya makan terlebih dahulu dan minum obat 1 hingga 2 jam sebelum keberangkatan.

Beberapa obat anti mabuk yang dapat kamu dapatkan tanpa resep dokter ketika ingin berpergian diantaranya:

  1. Antimo strip,
  2. Antimo anak,
  3. Tolak angin,
  4. Dramamine,
  5. Domperidone,
  6. Metoclopramide, dan
  7. Ondansetron.

Dalam melakukan perjalanan obat anti mabuk tersebut hanya digunakan oleh para penumpang saja dan tidak dianjurkan oleh pengemudi, karena dari beberapa obat yang ada diatas dapat menyebabkan rasa kantuk.

Mencegah Mabuk Perjalanan

Ada beberapa tips untuk Anda yang sering kali mengalami mabuk saat melakukan perjalanan dapat dicegah dengan melakukan beberapa cara berikut ini:

  • Menghirup aroma yang berasal dari beberapa bahan alami, seperti daun mint, jahe, atau lavender
  • Mengisap permen rasa mint atau jahe
  • Minum air putih lebih sering
  • Mengonsumsi makanan rendah lemak sebelum bepergian
  • Membatasi asupan makanan berat, berminyak, pedas, dan asam sebelum bepergian
  • Mengonsumsi makanan ringan selama dalam perjalanan
  • Tidak merokok dan hindari mengonsumsi minuman beralkohol
  • Memilih tempat duduk yang membuat mata lebih leluasa saat di dalam kendaraan, misalnya di dekat kaca atau di samping sopir
  • Tidak membaca buku atau memainkan handphone saat kendaraan sedang melaju
  • Berbaring dan memejamkan mata ketika gejala mulai timbul, sampai gejala tersebut mereda
  • Memilih tempat duduk di bagian depan atau tengah kapal, jika sedang naik kapal laut

Kapan Anda Harus Konsultasi Ke Dokter?

Ketika Anda ingin melakukan sebuah pemeriksaan ke dokter dan telah memiliki riwayat mabuk perjalanan, kemudian Anda berencana melakukan perjalanan panjang dengan kendaraan. Anda juga dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan bila masih tetap mengalami gejala mabuk perjalanan.

Bagikan :