FASTLab ID

Penyedia Layanan Swab Tercepat & Terpercaya

Apa Itu Batuk rejan atau pertusis? Yuk Cari Tahu!

Apa Itu Batuk rejan atau pertusis? Yuk Cari Tahu! 2250 2251 Yudha Pratama

Apa itu batuk rejan atau pertusis? Sobat Fast sudah pernah mendengar tentang penyakit tersebut atau ada yang mengalami penyakit tersebut, namun bingung harus bagaimana cara mengatasinya. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang Batuk Rejan atau Pertusis.

Apa Itu Pertusis?

Batuk rejan atau pertusis adalah infeksi bakteri pada saluran pernapasan dan paru-paru. Penyakit ini sangat mudah menular dan bisa mengancam nyawa, terutama bila menyerang bayi dan anak-anak.

Penyakit pertusis biasanya ditandai dengan rentetan batuk keras secara terus-menerus. Pada umumnya batuk rejan ini sering kali diawali dengan bunyi tarikan nafas panjang dengan melengking khas seperti “whoop”. Biasanya ketika ini terjadi, penderita merasakan sesak/sulit bernafas. 

Apa Saja Gejalanya?

Gejala batuk rejan atau pertusis umumnya baru muncul 5–10 hari setelah seseorang terpapar bakteri Bordetella pertussis di saluran pernapasan. Batuk rejan biasanya dibagi menjadi tiga tahapan yang terjadi pada bayi dan anak-anak, yaitu :

1. Tahap Pertama

Pertama biasanya diawali dengan gejala yang muncul masih termasuk ringan, contohnya bersin, hidung berair atau tersumbat, mata berair, dan di tahap itulah untuk pengidap batuk rejan bisa beresiko menular ke orang lain yang ada di sekelilingnya.

2. Tahap Kedua

Kemudian untuk tahap kedua yaitu ditandai dengan meredanya semua gejala seperti flu, akan tetapi batuk justru bertambah parah dan tidak bisa terkontrol. Bagi pengidap biasanya batuk keras secara terus-menerus yang diawali dengan tarikan nafas panjang melalui mulut.

Bagi bayi atau anak-anak yang telah mengalami batuk rejan bisa mengalami muntah serta tubuh akan merasa lelah. Kondisi tersebut bisa berlangsung sekitar 2-4 minggu atau bisa lebih.

3. Tahap Ketiga

Pada tahap ketiga, tubuh biasanya mulai membaik, akan tetapi gejala batuk rejan tetap ada bahkan bisa lebih keras. Tahap pemulihan itu akan bertahan hingga dua bulan atau bisa lebih tergantung dari pengobatan.

Berikut  beberapa kondisi yang harus segera ditangani oleh dokter:

  • Bayi dengan usia 0-6 bulan yang terlihat sangat tidak sehat.
  • Pengidap mulai merasa kesulitan bernapas.
  • Mengalami komplikasi serius, contohnya kejang atau pneumonia.
  • Mengeluarkan bunyi saat menarik napas.
  • Muntah akibat batuk yang parah.
  • Biasanya tubuh menjadi memerah atau membiru.

Apa Saja Penyebabnya?

Apa itu batuk rejan atau pertusis?

Penyebab yang terjadi dari penyakit batuk rejan yaitu karena infeksi bakteri Bordetella pertusis yang bisa menyebar melalui udara. Awal mulanya bakteri ini bisa menyerang dinding trakea dan bronkus (percabangan trakea yang menuju ke paru-paru kanan dan kiri).

Kemudian pada saluran udara membengkak sebagai hasil reaksi dari infeksi bakteri. Alhasil, pembengkakan membuat pengidap harus menarik napas dengan kuat melalui mulut karena sulit bernapas. 

Jadi ketika bakteri menginfeksi dinding saluran udara, tubuh akan memproduksi lendir kental. Kemudian tubuh akan merangsang pengidap untuk mengeluarkan lendir kental dengan cara batuk.

Perlu Anda ketahui, bahwa semua orang bisa terkena batuk rejan, namun risiko penyakit ini lebih tinggi pada orang yang mengalami kondisi, seperti berikut :

  1. Usia di bawah 1 tahun atau di atas 65 tahun,
  2. Belum menjalani atau melengkapi vaksinasi pertusis,
  3. Tinggal atau berkunjung di wilayah dengan wabah pertusis,
  4. Sedang hamil,
  5. Sering melakukan kontak dengan penderita pertusis,
  6. Menderita obesitas, dan
  7. Memiliki riwayat asma.

Apa Saja Komplikasinya?

Batuk rejan jika tidak segera ditangani bisa menimbulkan komplikasi, biasanya pengidap batuk rejan berbeda-beda tergantung usia. Contohnya yang terjadi pada bayi atau usia yang masih dibawah 6 bulan bisa mengancam nyawanya, seperti :

  1. Radang paru-paru,
  2. Henti napas,
  3. Dehidrasi,
  4. Kejang, dan
  5. Kerusakan Otak.

Sementara bagi remaja atau orang dewasa komplikasinya akan menimbulkan :

  1. Tulang rusuk memar atau retak,
  2. Hernia perut, dan
  3. Pecahnya pembuluh darah kulit atau bagian putih warna.

Kapan Anda Harus Konsultasi Ke Dokter?

Segeralah lakukan pemeriksaan ketika Anda sudah mengalami batuk rejan seperti yang dijelaskan diatas. Terutama bagi pengidap yang belum di vaksin pertusis. Pemeriksaan dan penanganan harus segera diberikan untuk mencegah komplikasi semakin parah.

Kemudian Anda juga harus segera memeriksakan diri bila menderita gangguan saluran pernapasan, penyakit jantung, dan obesitas. Pemeriksaan itu bertujuan untuk mengetahui penyebab batuk yang dialami dan mengontrol kondisi kesehatan Anda.

Bahaya Gas Air Mata! Cari Tahu Selengkapnya

Bahaya Gas Air Mata! Cari Tahu Selengkapnya 940 581 Yudha Pratama

Bahaya Gas Air Mata! Sudah tahu bahayanya jika kita terkena gas air mata? Gas Air Mata berbahan kimia yang bisa menyebabkan iritasi kulit, masalah pada mata, sampai ke gangguan pernapasan. Biasanya ini menjadi alat senjata ketika ada kerusuhan yang sudah tak terbendung.

Sebelumnya kita selaku keluarga besar FASTLab mengucapkan berbelasungkawa dengan kejadian yang terjadi setelah pertandingan Arema VS Persebaya, pada 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan, Malang. Dimana telah terjadi kerusuhan besar yang mengakibatkan adanya korban jiwa. 

Pada hari ini diketahui terdapat 174 nyawa telah dilaporkan tewas dalam kejadian yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Data tersebut diambil versi BPBD Jawa Timur. Adanya pemicu yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa, karena dari paparan gas air mata yang telah menimbulkan kepanikan massa di dalam stadion Kanjuruhan, Malang.

Ada banyak masyarakat yang masih belum mengetahui jelas tentang bahaya gas air mata, dalam artikel kali ini kita akan membahasnya. Tanpa berlama-lama, berikut pembahasannya dan baca sampai selesai ya.

Apa Itu Gas Air Mata?

Apa yang ada dibenak sobat fast tentang gas air mata itu seperti apa? Apakah sebatas semprotan asap atau cairan yang bisa menimbulkan asap tebal dan bisa membahayakan pernafasan atau mata.

Gas air mata itu berbentuk cairan, kemudian cairan tersebut berisikan suhu ruangan yang dicampur dengan bahan-bahan kimia seperti aerosol.  Saat ditembakkan, beberapa partikel solid akan menyebar ke udara dalam kepulan asap.

Jika Anda terkena gas air mata bisa membuat iritasi pada selaput lendir di mata, hidung, mulut, dan paru-paru. Ada banyak jenis gas air mata dan yang paling umum digunakan itu bernama gas CS. Nama CS diambil dari inisial penemunya yaitu Corson dan Staughton.

Biasanya gas air mata itu digunakan dalam meredakan kerusuhan atau membubar paksa massa atau sekelompok besar orang yang dianggap sebagai ancaman. Gas air mata CS kerap disebut dengan rumus kimia 2-Clorobenzalden Malononitrile yang merupakan salah satu senjata kimia.

Biasanya gas air mata memiliki panjang sekitar 10 cm atau sebesar ukuran telapak tangan orang dewasa. Bentuknya seperti peluru yang ditembakkan melalui pistol pelontar. Ketika gas air mata ditembakkan dan jatuh ketanah, maka akan mengeluarkan asap tebal berwarna putih.

Apa Saja Kandungannya?

Kandungan yang terdapat pada gas air mata pada umumnya yaitu CN (chloroacetophenone) atau CS (chlorobenzylidene malononitrile) yang membutuhkan proses kimia untuk menghasilkannya. Gas air mata juga bisa dibuat menggunakan OC (oleoresin capsicum) biasanya terdapat pada sayuran paprika merah atau hijau untuk bahan utamanya.

Bahaya Gas Air Mata?

Kemudian untuk senyawa lainnya yang digunakan yaitu bromoacetone, benzyl bromide, ethyl bromoacetate, xylyl bromide, dan α-bromobenzyl cyanide. Gas air mata yang umum digunakan yaitu oleoresin capsicum (semprotan merica).

Ketika kita terkena paparan gas air mata, maka konsentrasi kita akan rendah dalam waktu singkat.  Biasanya batas iritasi yang paling besar yaitu CN (1.0 mg m3), diikuti dengan CS (0,004 mg m3) dan OC (0,002 mg m3). Efek terjadi kurang lebih 20-60 detik, akan timbulnya iritasi mata dan pernafasan.

Apa Saja Dampak dan Gejalanya?

Biasanya yang timbul pada gejala di mata, yaitu :

  • Mata akan terasa nyeri atau blepharospasm (kondisi dimana kelopak mata berkedip),
  • Fotofobia,
  • Konjungtivitis (mata merah akibat peradangan),
  • Injeksi scleral,
  • Edema periorbital (mata berkantung), dan
  • Edema kelopak mata dan lakrimasi (menghasilkan air mata).

Kemudian pada pernapasan juga ada efeknya, yaitu :

  • Perih atau sensasi terbakar di hidung,
  • Sesak dan nyeri di dada,
  • Perih tenggorokan,
  • Sesak nafas, 
  • Batuk,
  • Bersin, dan
  • Kesulitan bernapas.

Lalu pada air liur yang terkontaminasi atau tertelan bisa menyebabkan ketidaknyamanan epigastrium (rasa sakit di ulu hati), kemudian mual dan biasanya muntah atau diare.

Cara Penanganan Gas Air Mata?

Saat Anda terkena gas air mata, apa yang harus dilakukan dalam penanganan pertamanya. Penanganan pada paparan mata yaitu menghilangkan kontaminasinya dengan membilas mata dengan air atau garam selama 10-20 menit. 

Pembilasan dengan saline (larutan garam) normal dan memiliki efek besar untuk meringankan gejalanya. Berdasarkan review pembilasan menggunakan air atau garam berguna untuk paparan gas air mata CN atau CS. 

Kemudian untuk paparan yang terjadi pada saluran pernafasan, biasanya dengan memindahkan diri kita ke udara yang lebih segar. Pada saat konsentrasi tinggi (seperti paparan di ruang terbatas).

Biasanya kegagalan pernapasan terjadi akibat spasme laring yang menghambat jalan nafas sehingga ventilasi bantuan mungkin diperlukan. Kemudian terjadi eksaserbasi asma, emfisema (kerusakan alveolus) atau bronchitis pada mereka yang memiliki kondisi tersebut.

Kemudian untuk pertolongan pada paparan kulit yaitu dengan membilas menggunakan air yang mengalir dan sabun untuk menghilangkan kontaminasi dan menenangkan sensasi terbakar. Wajah juga dibersihkan dari partikel-partikel sebelum disabun, biasanya menggunakan minyak nabati.

Ketika Anda sudah melakukan penanganan pertama, namun masih merasakan beberapa gejala dari gas air mata. Segeralah untuk pergi ke dokter untuk berkonsultasi, agar segera bisa ditangani dengan baik dan menghindari dari gejala yang semakin parah.

Siapa Yang Dapat Menggunakan Gas Air Mata?

Bahaya Gas Air Mata?

Pada negara Indonesia, penggunaan gas air mata yang boleh menggunakan yaitu petugas hukum. Pada pasar penggunaan gas air mata diatur dalam Protap Kapolri No I/X/2010 dengan bunyi:

“Apabila pelaku melakukan perlawanan fisik terhadap petugas, maka dilakukan tindakan melumpuhkan dengan menggunakan…(3) kendali senjata tumpul, senjata kimia antara lain gas air mata atau alat lain sesuai standar Polri.”

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas semoga dapat menambah pengetahuan Anda tentang bahaya gas air mata. Bagi korban tewas semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Adanya tragedi pilu ini, semoga bisa menjadi evaluasi untuk kita semua, terutama pada kanca persepakbolaan di Indonesia. Semoga bermanfaat artikelnya dan jangan lupa sobat FAST untuk membaca artikel kita yang lainnya.

Apa itu flu influenza? Berikut penjelasannya!

Apa itu flu influenza? Berikut penjelasannya! 2251 2251 Yudha Pratama

Apa itu flu influenza? Sobat FAST pasti sering dan sudah tahu soal Flu atau Influenza. Namun jika masih ada yang belum tahu, mari kita bahas. Flu atau Influenza adalah infeksi virus yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. 

Biasanya bagi penderita flu dapat mengalami demam, sakit kepala, pilek, hidung tersumbat, serta batuk. Ada banyak orang telah mengira flu sama seperti batuk pilek biasa (common cold). Secara gejala memang ada unsur kemiripan, namun keduanya disebabkan dari jenis virus yang berbeda.

Apa Saja Gejalanya?

Biasanya gejala yang timbul, akibat tertular flu yang tidak di sengaja melalui penghirupan percikan air liur di udara yang dikeluarkan si penderita. Kemudian berikut beberapa gejala dari flu atau influenza :

  1. Demam,
  2. Pilek,
  3. Hidung Tersumbat, dan
  4. Sakit Kepala.

Apa Saja Penyebabnya?

Apa itu flu influenza?

Perlu Anda ketahui, bahwa penyakit ini mudah menular. Jadi Anda harus lebih berhati-hati terhadap seseorang yang sedang mengalami gejala flu atau influenza. Ada baiknya untuk sementara berjaga jarak atau menggunakan masker kesehatan dalam perlindungan diri.

Berikut penyebab yang biasa terjadi pada penyakit flu atau influenza :

  1. Menghirup percikan air liur di udara, yang dikeluarkan penderita ketika bersin atau batuk,
  2. Menyentuh mulut atau hidung setelah memegang benda yang terkena percikan air liur penderita.

Bagaimana Pencegahan dan Pengobatannya?

Pada kasus flu yang masih dibilang skala ringan bisa diatasi dengan hanya memperbanyak waktu istirahat. Kemudian Anda harus rajin mengkonsumsi makanan sehat seperti contohnya yang mengandung vitamin C dan tentunya perbanyak juga minum air putih.

Jika gejalanya tergolong berat, Anda segera lakukan sebuah pengecekan agar tidak memperparah penyakit tersebut. Kemudian anda juga dianjurkan untuk rajin mencuci tangan agar tetap menjaga kebersihan pada diri Anda.

Apa Saja Komplikasinya?

Jika Anda mengalami flu yang sudah pernah sembuh, kemudian selang beberapa minggu kembali kambuh lagi dan malah makin memburuk. Hal tersebut bisa dipastikan komplikasi serius seperti contohnya paru-paru basah, jantung, meningitis atau infeksi pada otak.

Biasanya komplikasi terjadi kepada ibu hamil dan orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah.

Apa Itu Epistaksis? Berikut Penjelasannya!

Apa Itu Epistaksis? Berikut Penjelasannya! 2251 2251 Yudha Pratama

Apa Itu Epistaksis Epistaksis atau disebut juga mimisan biasanya ditandai dengan keluarnya darah dari hidung. Kondisi dimana biasanya membuat beberapa orang merasa panik dan berpikir ada masalah kesehatan serius. Namun ketika kita sudah terbiasa, maka akan biasa-biasa saja, karena akan berhenti dengan sendirinya.

Pada gejala ini biasanya terjadi pada bagian depan hidung (epistaksis anterior) atau bisa juga belakang hidung (epistaksis posterior), kemudian darah keluar dari satu atau dua lubang hidung dalam waktu yang bersamaan.

Apa Saja Gejalanya?

Mimisan atau epistaksis memberikan gejala berupa keluarnya darah dari hidung atau riwayat keluar darah dari hidung. Terkait hal ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Lokasi keluarnya darah (depan rongga hidung atau ke tenggorok)
  2. Banyaknya perdarahan, dan
  3. Frekuensi.

Apa Saja Penyebabnya?

Apa Itu Epistaksis alias Mimisan?

Pada umumnya epistaksis posterior lebih berbahaya dan perlu segera penanganan oleh dokter. Biasanya dapat menyebabkan perdarahan dari hidung dan sulit untuk berhenti. Kemudian untuk darah yang keluar pun juga lebih banyak dan mengalir sampai rongga mulut dan tenggorokan.

Berikut beberapa penyebab utama dari epistaksis anterior  atau mimisan :

  1. Sering mengorek hidung keadaan kuku yang tajam,
  2. Bersin dan membuang ingus terlalu keras,
  3. Udara yang kering dan dingin, misalnya ketika berada di dataran tinggi,
  4. Cedera pada hidung,
  5. Hidung tersumbat atau pilek, misalnya karena flu atau sinusitis,
  6. Alergi,
  7. Hidung bengkok akibat cacat bawaan lahir atau cedera (deviasi septum), dan
  8. Efek samping obat dekongestan, terutama jika digunakan secara berlebihan.

Kemudian juga berikut beberapa penyebab dari epistaksis posterior :

  1. Hidung patah akibat cedera,
  2. Kelainan pada pembuluh darah di dalam hidung, misalnya akibat kelainan genetik atau pengerasan dinding pembuluh darah,
  3. Komplikasi atau efek samping operasi hidung,
  4. Pukulan atau benturan keras pada wajah atau kepala,
  5. Gangguan pembekuan darah, misalnya karena kelainan genetik atau kanker darah (leukemia),
  6. Efek samping obat pengencer darah, seperti aspirin dan antikoagulan, dan
  7. Tumor atau kanker di rongga hidung, misalnya kanker nasofaring.

Langkah Yang Perlu Anda Lakukan Saat Mengalami Epistaksis

Melihat darah keluar dari hidung tentu menakutkan, bahkan membuat Anda bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Namun, cobalah untuk tetap tenang dan lakukan beberapa langkah penanganan epistaksis berikut ini:

  1. Duduk tegak dan condongkan tubuh ke depan. Posisi ini bisa mengurangi tekanan dalam pembuluh darah di hidung, sehingga dapat mengurangi perdarahan. Posisi condong ke depan juga bisa mencegah darah masuk ke dalam lambung atau tenggorokan.
  2. Setelah itu, embuskan nafas dari hidung seperti membuang ingus, tetapi lakukan secara perlahan untuk membersihkan saluran hidung dari bekuan darah.
  3. Selanjutnya, jepit lubang hidung selama 5–10 menit memakai ibu jari dan telunjuk guna menghentikan perdarahan. Lakukan pada kedua lubang meski pendarahan hanya keluar pada satu lubang hidung saja. Selama penjepitan, Anda bisa bernapas melalui mulut.

Setelah perdarahan berhenti, Anda disarankan untuk menegakkan kepala atau jangan menunduk selama beberapa jam agar darah tidak mengalir kembali.

Benda Asing Masuk Kedalam Tubuh? Cara Mengatasinya?

Benda Asing Masuk Kedalam Tubuh? Cara Mengatasinya? 2251 2250 Yudha Pratama

Benda Asing Masuk Kedalam Tubuh? Cara mengatasinya Benda asing masuk dalam tubuh terutama hidung dan mulut atau corpus alienum merupakan kasus yang kerap terjadi pada rumah sakit atau klinik kesehatan. Kasus ini kerap terjadi pada anak-anak berusia 2 hingga 5 tahun yang keingintahuan anak-anak dalam mengeksplorasi tubuh mereka.

Walaupun kasus ini terlihat sederhana tetapi jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat maka dapat mengakibatkan hal yang fatal. Dalam terjadinya benda masuk kedalam tubuh terdapat 2 kategori benda yakni organik dan anorganik.

1. Benda Organik

Benda organik yang dapat masuk kedalam tubuh diantaranya kacang-kacang, biji-bijian, nasi, larva lalat, tulang hewan dan lain-lain.

2. Benda Anorganik

Benda anorganik yang sering masuk kedalam tubuh antara lain adalah manik-manik, mainan kecil, paku, jarum, peniti, baterai, batu, kerikil, kertas, tisu, jam, logam dan lain-lain.

Bagaimana Gejalanya?

Benda Asing Masuk Kedalam Tubuh?

Beberapa tanda atau gejala yang dialami seseorang atau anak kecil ketika terdapat benda asing masuk tubuh diantaranya :

  1. Mengorok,
  2. Sesak nafas,
  3. Timbul nyeri di bagian hidung atau leher,
  4. Timbul rasa nyeri di punggung,
  5. Merasa seperti tercekik,
  6. Sulit bernafas saat benda masuk lewat hidung, dan
  7. Sulit menelan saat benda masuk lewat mulut.

Cara Pencegahannya?

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya benda masuk kedalam tubuh seperti:

  1. Mengawasi benda-benda kecil disekitar anak-anak,
  2. Memberikan anak-anak makanan yang sesuai dengan usianya,
  3. Tidak menggunakan gigi palsu saat tidur,
  4. Menggunakan gigi palsu sesuai ukuran mulut,
  5. Berhati-hati ketika memakan ikan dengan duri yang banyak di dalam tubuhnya,
  6. Menghindari minuman beralkohol, dan
  7. Menghindari kebiasaan memegang benda menggunakan mulut.

Jika benda yang masuk kedalam tubuh tidak diketahui dan mengganggu pernapasan anak atau orang dewasa, sebaiknya segera membawa diri ke rumah sakit atau ke klinik kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Karena jika diabaikan akan menyebabkan berbagai komplikasi hingga kematian.

Benda Asing Masuk Kedalam Tubuh? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Benda Asing Masuk Kedalam Tubuh? Bagaimana Cara Mengatasinya? 2251 2250 Riduan

Benda Asing Masuk Kedalam Tubuh? Cara mengatasinya Benda asing masuk dalam tubuh terutama hidung dan mulut atau corpus alienum merupakan kasus yang kerap terjadi pada rumah sakit atau klinik kesehatan. Kasus ini kerap terjadi pada anak-anak berusia 2 hingga 5 tahun yang keingintahuan anak-anak dalam mengeksplorasi tubuh mereka.

Walaupun kasus ini terlihat sederhana tetapi jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat maka dapat mengakibatkan hal yang fatal. Dalam terjadinya benda masuk kedalam tubuh terdapat 2 kategori benda yakni organik dan anorganik.

  1. Benda organik

Benda organik yang dapat masuk kedalam tubuh diantaranya kacang-kacang, biji-bijian, nasi, larva lalat, tulang hewan dan lain-lain

  1. Benda anorganik

Benda anorganik yang sering masuk kedalam tubuh antara lain adalah manik-manik, mainan kecil, paku, jarum, peniti, baterai, batu, kerikil, kertas, tisu, jam, logam dan lain-lain

Benda asing masuk tubuh

Gejala dari benda asing masuk tubuh

Beberapa tanda atau gejala yang dialami seseorang atau anak kecil ketika terdapat benda asing masuk tubuh diantaranya :

  1. Mengorok,
  2. Sesak nafas,
  3. Timbul nyeri di bagian hidung atau leher,
  4. Timbul rasa nyeri di punggung,
  5. Merasa seperti tercekik,
  6. Sulit bernafas saat benda masuk lewat hidung, dan
  7. Sulit menelan saat benda masuk lewat mulut.

Baca Juga : Apa Itu Konjungtiva? Kemasukan Benda Asing Sekitar Mata

Pencegahannya

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya benda masuk kedalam tubuh seperti:

  1. Mengawasi benda-benda kecil disekitar anak-anak,
  2. Memberikan anak-anak makanan yang sesuai dengan usianya,
  3. Tidak menggunakan gigi palsu saat tidur,
  4. Menggunakan gigi palsu sesuai ukuran mulut,
  5. Berhati-hati ketika memakan ikan dengan duri yang banyak di dalam tubuhnya,
  6. Menghindari minuman beralkohol, dan
  7. Menghindari kebiasaan memegang benda menggunakan mulut.

Kesimpulannya

Jika benda yang masuk kedalam tubuh tidak diketahui dan mengganggu pernapasan anak atau orang dewasa, sebaiknya segera lakukan membawa diri ke rumah sakit atau ke klinik kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Karena jika diabaikan akan menyebabkan berbagai komplikasi yang tidak di inginkan hingga kematian.

Apa Itu Rhinitis Alergi? Mari Disimak Penjelasan Berikut!

Apa Itu Rhinitis Alergi? Mari Disimak Penjelasan Berikut! 2251 2251 Yudha Pratama

Apa itu rhinitis alergi? Sobat FAST sudah pernah mendengar penyakit tersebut atau belum? Pada artikel kali ini kita mau bahas nih tentang rhinitis alergika. Hay fever atau rhinitis alergi adalah peradangan yang terjadi di rongga hidung akibat reaksi alergi.

Penyakit Rhinitis alergi telah dipicu dari beberapa jenis alergen, seperti contohnya adalah serbuk sari, debu dan bulu hewan. Hal seperti itu yang harus kita cegah atau menghindarinya. Jika adanya gejala rhinitis alergi, dokter bisa langsung memberikan obat yang bernama antihistamin dan dekongestan dalam meredakannya.

Gejala Rhinitis Alergi

  1. Pilek atau hidung tersumbat,
  2. Bersin-bersin,
  3. Mata terasa gatal atau berair,
  4. Mata membengkak dan kelopak mata bawah berwarna gelap (mata panda),
  5. Gatal di mulut dan tenggorokan,
  6. Muncul ruam pada kulit,
  7. Lemas,
  8. Batuk-batuk, dan
  9. Sakit kepala.

Penyebab Rhinitis Alergi

Terdapat beragam alergen yang bisa memicu reaksi sistem kekebalan tubuh jika terhirup melalui hidung, di antaranya:

  • Serbuk sari,
  • Tungau,
  • Spora jamur atau kapang,
  • Debu,
  • Kulit dan bulu hewan,
  • Serbuk gergaji, dan
  • Lateks.

Rhinitis alergi dapat dialami oleh siapa saja, tetapi ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko terjadinya rhinitis alergi, yaitu:

  • Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan kondisi yang sama,
  • Menderita alergi jenis lain, misalnya asma atau dermatitis atopik, dan
  • Sering terpapar asap rokok.

Selain faktor risiko, ada beberapa hal yang dapat memperparah rhinitis alergi, antara lain:

  • Suhu dingin,
  • Lingkungan lembap,
  • Parfum atau deodorant, dan
  • Asap dan polusi udara.

Hal Yang Kita Lakukan Dalam Mencegah Rhinitis Alergi

Apa itu rhinitis alergika?
Allergic rhinitis on a summer vacation in a teenage girl’s journey. A girl in a T-shirt on a pink background sneezes into a napkin

Ada banyak beberapa metode dalam pengobatan rhinitis, tergantung pada tingkat keparahan gejala dan pengaruhnya terhadap keseharian pasien. Namun, secara umum, menghindari pemicu alergi adalah metode penanganan sekaligus pencegahan utama rhinitis alergi.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah rhinitis alergi:

  • Tutupi mulut dan hidung dengan masker saat beraktivitas di luar rumah.
  • Biasakan untuk segera mandi setelah beraktivitas di luar rumah.
  • Bersihkan lantai dengan disapu dan dipel.
  • Mandikan hewan peliharaan secara rutin dua kali sebulan.
  • Bersihkan karpet atau tikar di rumah secara rutin.
  • Pasang saringan udara di ventilasi rumah jika diperlukan.

Kapan Anda harus ke Dokter?

Pada umumnya untuk penyakit rhinitis alergi masih tergolong ringan, karena masih mudah untuk ditangani. Namun, ketika sudah menghambat aktivitas sehari-hari Anda. Segera lakukan pengecekan ke Dokter, ketika :

  • Beberapa gejala sudah sangat mengganggu dan tidak kunjung membaik,
  • Kemudian saat minum obat alergi, merasa tidak efektif malah justru ada efek samping, dan
  • Adanya penyakit lain yang bisa memperparah rhinitis alergi, contohnya seperti sinusitis, asma, atau polip dalam rongga hidung.

Ketika keluarga atau anak Anda memiliki alergi atau asma, segeralah untuk konsultasikan ke dokter.  Selanjutnya dokter bisa memberikan penanganan pertama pada penyakit rhinitis alergi.

Swab Mandiri berikut cara dan hasilnya akurat

Swab Mandiri berikut cara dan hasilnya akurat 150 150 Yudha Pratama

Pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini semakin melonjak. Berbagai tes pun dilakukan untuk memastikan apakah terinfeksi virus corona atau tidak.

Salah satu tes yang banyak digunakan adalah swab antigen. Tes antigen merupakan pemeriksaan imunitas yang bertujuan untuk mendeteksi adanya antigen dari suatu virus yang menandakan adanya infeksi terhadap virus tersebut pada waktu itu.

Metode Swab Test Antigen

Saat ini pemeriksaan COVID-19 dapat dilakukan dengan menggunakan metode SWAB PCR & Rapid Test, atau biasa dikenal dengan Swab Test Antigen bahkan swab mandiri. 

Untuk melakukan pengetesan ini pada dasarnya Anda tidak perlu menunggu hingga merasakan gejala tertentu, tetapi sebagai kepedulian diri ini bisa menjadi salah satu cara. 

Adapun cara kerja swab antigen umumnya dilakukan dengan cara memasukkan atau mencolokkan alat (cotton swab) ke bagian dalam hidung hingga ke area nasofaring untuk mengambil sampel lendir. 

Sampel ini kemudian diuji dengan menggunakan alat serupa seperti rapid test untuk melihat hasilnya (istilah lain : Kaset Antigen). Setelah itu dalam beberapa menit hasilnya akan muncul.

FASTKit Swab mandiri Antigen

Sebagai bentuk kepedulian kami tentang bahaya COVID-19, kami terus berinovasi dengan menghadirkan berbagai kemudahan, kami menghadirkan Kit khusus antigen yang bisa digunakan oleh Anda dimana pun dengan Anda. Sebagai bentuk komitmen kami dalam menjaga kualitas layanan, proses Swab dapat dilakukan secara mandiri, dan akan di verifikasi melalui Video Call dengan dokter kami melalui Aplikasi FASTLab. 

Melalui pembahasan ini, kami menyediakan prosedur swab yang sesuai dengan standar yang berlaku.

Prosedur Swab

Disetiap kit antigen kami, kami menyediakan QRCode yang dapat digunakan oleh pasien sebelum melakukan swab. Berikut ini merupakan bagaimana prosedur melaksanakan Swab Mandiri. 

  1. Melakukan scan barcode yang tersedia di kemasan antigen kit dengan menggunakan fitur FASTKit di aplikasi FASTLab.
  2. Harap bersihkan tangan Anda sebelum memulai tes.
Swab mandiri
  1. Tambahkan 0,3 mL atau setara 10  tetes reagen ekstraksi ke dalam tube 
  1. Masukkan alat swab ke rongga hidung (~1,5cm – 2cm). Usapkan swab di sekeliling dinding setiap rongga hidung.
  1. Masukkan segera sampel swab ke dalam tabung yang sudah berisi cairan. Putar setidaknya 5 kali sambil di tekan hingga ke dasar tube.
  1. Biarkan alat swab berada di dalam tube setidak selama 1 menit
  2. Lepaskan cotton swab dengan menekan sisi tabung untuk mengeluarkan cairan yang ada di cotton swab.
  3. Siapkan kaset uji untuk menuangkan cairan sampel.
  4. Lepaskan kaset uji dari kantung yang disegel. 
  5. Membalik tabung ekstraksi specimen, menahan ekstraksi specimen tabung tegak, transfer 3 tetes atau sekitar 100 µL ke sumur specimen (S) dari kaset uji, kemudian mulai pengatur waktu. 
  6. Tunggu hingga garis berwarna muncul. Interpretasikan hasil tes dalam 15 menit.

Bagaimana Cara Membaca Hasil swab mandiri

Cara membaca hasil tes antigen atau swab mandiri bisa bervariasi tergantung jenis produk atau alat tes yang digunakan. Namun secara umum, hasilnya akan bisa dibaca dari garis yang muncul alat. 

Alat tes memberikan hasil positif jika muncul 2 garis, dan ditandai dengan garis C (Control) dan garis T (Test). Hasil positif didapat jika 2 garis muncul, masing-masing di tanda C dan T.  Dan untuk hasil negatif biasanya ditandai dengan satu garis pada tanda C, sedangkan garis pada tanda T tidak muncul.

Perlu diperhatikan, garis tanda C berfungsi menjadi kontrol yang seharusnya muncul apapun hasilnya, baik positif maupun negatif. Jika garis pada tanda C tidak muncul, maka artinya hasil tes invalid alias tidak valid.

Apa Itu Rhinitis Vasomotor? Kenali Lebih Dekat

Apa Itu Rhinitis Vasomotor? Kenali Lebih Dekat 2251 2250 Yudha Pratama

Apa itu Rhinitis Vasomotor? Rhinitis vasomotor adalah kondisi hidung yang mengalami peradangan pada bagian mukosa. Rhinitis vasomotor ini sering disebut dengan rhinitis non alergi yang sering ditandai dengan hidung berair, hidung tersumbat dan bersin-bersin. Pada kondisi ini masih belum jelas akan penyebabnya karena bukan dari alergi ataupun infeksi.

Ketika sedang mengalami Rhinitis vasomotor ini karena terjadinya gangguan saraf pada hidung, meskipun kondisi ini menyebabkan rasa tidak nyaman pada hidung Rhinitis vasomotor tidak mengancam nyawa.

Penyebab Rhinitis vasomotor

Meskipun masih belum diketahui penyebab utama dari Rhinitis vasomotor ini para peneliti menduga beberapa kondisi dapat menjadi pemicu terjadinya Rhinitis vasomotor diantaranya:

  1. Konsumsi minuman beralkohol,
  2. Infeksi virus yang terkait dengan flu,
  3. Konsumsi makanan dan minuman panas dan pedas,
  4. Paparan dari zat yang berubah menjadi gas seperti parfum, asap atau perokok pasif,
  5. Mengidap penyakit tertentu seperti hipotiroidisme,
  6. Perubahan cuaca atau musin kering,
  7. Perubahan hormon seperti hamil, menstruasi dan kontrasepsi oral, dan
  8. Penggunaan obat tertentu seperti aspirin, beta blockers, ibuprofen, antihipertensi atau antidepresan.

Gejala Rhinitis vasomotor

Pada umumnya gejala dari Rhinitis vasomotor ini adalah hidung berair, tetapi dalam beberapa kondisi tertentu terdapat gejala lain yang dapat muncul seperti

  1. Hidung berair,
  2. Penciuman menurun,
  3. Bersin-bersin,
  4. Hidung tersumbat, dan
  5. Lendir pada tenggorokan.

Pengobatan dan Pencegahan Rhinitis vasomotor

Apa itu Rhinitis Vasomotor?

Pengobatan yang dilakukan untuk Rhinitis vasomotor hanyalah untuk meredakan gejalanya saja, berikut langkahnya:

  1. Menggunakan semprotan hidung kortikosteroid seperti lfuticasone,
  2. Menggunakan dekongestan seperti fenilefrin atau pseudoefedrin, dan
  3. Semprotan hidung yang dijual bebas di apotik dan toko obat.

Setelah pengobatan kemudan ada beberapa langkah untuk pencegahan terjadinya Rhinitis vasomotor diantaranya:

  1. Menghindari polusi udara,
  2. Hindari penggunaan jangka panjang obat dekongestan hidung,
  3. Hindari penggunakan obat bebas secara sembarangan,
  4. Kurangi pemicu makanan yang pedas atau panas, dan
  5. Terlibat dalam aktifitas fisik seperti membuka saluran udara.

Jika kamu mengalami beberapa gejala yang ada diatas, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter yang ada di rumah sakit atau klinik kesehatan untuk mendapatkan penanganan. Selain itu jika terdapat  gejala selain yang ada diatas segera membawa diri untuk mendapatkan penanganan dari dokter, agar mendapatkan dilakukan pengecekan yang tepat.

Apa Itu Furunkel Hidung? Penyebab dan Gejala

Apa Itu Furunkel Hidung? Penyebab dan Gejala 2251 2250 Yudha Pratama

Apa Itu Furunkel Hidung? Furunkel pada hidung adalah kondisi kulit hidung yang mengalami infeksi. Ketika terjadi infeksi pada kulit maka akan terbentuknya abses di kulit sekitar vestibulum hidung.

Furunkel pada umumnya paling banyak menyerang anak-anak, remaja hingga dengan dewasa. Dalam perjalanannya, furunkel akan semakin membesar dan terasa nyeri dalam beberapa hari dan kemudian akan pecah mengeluarkan nanah.

Penyebab Furunkel pada hidung

Selain dari bakteri staphylococcus aureus yang menyebabkan terjadinya Furunkel pada hidung, terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan gejala serupa furunkel seperti:

  1. Abses pada kulit,
  2. Gigitan serangga,
  3. Acne atau jerawat,
  4. Kebiasaan mengorek hidung,
  5. Rinitis kronis,
  6. Higiene personal yang buruk, dan
  7. Sosio ekonomi rendah.

Gejala Furunkel pada hidung

Beberapa keluhan yang dapat dirasakan dari seseorang yang mengalami Furunkel pada hidung seperti nyeri dan perasaan tidak nyaman, selain itu terdapat juga gejala seperti rinitis (iritasi pada dinding lendir hidung).

Kapan Anda Harus Konsultasi Ke Dokter?

Biasanya bisul atau furunkel bisa disembuhkan dengan sendirinya, saat kondisinya masih berukuran kecil. Meskipun demikian, Anda segeralah untuk konsultasi ke dokter jika bisul atau furunkel bertambah parah.

Contoh Furunkel yang harus ke dokter:

  • Disertai demam, tidak enak badan, meriang, pusing, atau pembengkakan kelenjar getah bening,
  • Bertambah buruk dengan cepat dan disertai nyeri hebat,
  • Bertambah besar setelah sebelumnya dilakukan pengobatan mandiri,
  • Tumbuh sebagai jerawat di dalam hidung, di wajah, telinga, atau punggung,
  • Tumbuh lebih dari satu buah di lokasi yang sama atau membentuk karbunkel,
  • Tidak kunjung sembuh setelah lebih dari 14 hari,
  • Terjadi secara berulang (kambuh), dan
  • Dialami oleh orang dengan gangguan sistem imun.

Cara Mengobati Furunkel?

Apa Itu Furunkel Hidung?

Bisul yang berukuran kecil, berjumlah satu, dan tidak disertai dengan penyakit lain biasanya bisa diatasi sendiri di rumah. Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengobati bisul adalah:

  • Mengompres bisul dengan air hangat selama 10 menit sebanyak 4 kali sehari, guna mengurangi rasa sakit sekaligus mendorong nanah untuk berkumpul di puncak benjolan,
  • Membersihkan bisul yang pecah dengan kain kasa steril dan sabun anti-bakteri, lalu menutup bisul dengan kain kasa steril,
  • Mengganti perban sesering mungkin, misalnya 2–3 kali sehari, dan
  • Mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum dan sesudah mengobati bisul.

Mencegah Terjadinya Furunkel atau Bisul?

Ada beberapa cara untuk mencegah furunkel, penyakit tersebut dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri. Berikut adalah beberapa cara yang bisa diterapkan:

  • Mandi dan cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir,
  • Membersihkan dan merawat luka dengan benar, bila mengalami luka goresan, luka robek, atau luka potong,
  • Tidak berbagi penggunaan barang pribadi dengan orang lain, misalnya handuk, alat cukur, atau pakaian
  • Berolahraga secara teratur dan mengkonsumsi makanan yang sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dan
  • Menghindari kontak langsung dengan penderita infeksi kulit.