FASTLab ID

Penyedia Layanan Swab Tercepat & Terpercaya

Mabuk Perjalanan? Penyebab, Gejala dan Mengobatinya?

Mabuk Perjalanan? Penyebab, Gejala dan Mengobatinya? 2250 2250 Yudha Pratama

Mabuk perjalanan adalah sebuah kondisi dimana otak tidak dapat memahami sinyal yang didapat dari berbagai gerakan seperti mata, telinga dan tubuh lainnya ketika sedang dalam perjalanan. Ketika kondisi ini terjadi makan penderita tersebut akan mengalami pusing dan mual selama kendaraan bergerak.

Apa Penyebabnya?

Ketika sedang dalam perjalanan otak akan menerima sinyal dari berbagai keadaan dan kondisi, misalkan saat didalam kendaraan mata melihat semua bangunan atau pepohonan yang bergerak sedangkan otot dan sendi merasa bahwa tubuh diam tidak bergerak.

Ketika kondisi tersebut terjadi maka akan membuat otak tidak dapat memproses informasi secara benar. Hal inilah yang menyebabkan seseorang mengalami mabuk perjalanan. Tetapi terdapat beberapa faktor juga ketika seseorang mengalaminya misalkan:

  1. Usia 2 hingga 12 tahun,
  2. Bermain handphone atau membaca buku ketika berkendara,
  3. Kurang beristirahat,
  4. Perut dalam keadaan kosong,
  5. Perubahan hormonal,
  6. Riwayat pada keluarga, dan
  7. Kondisi tertentu seperti migrain, vertigo atau parkinson.

Apa Gejalanya?

Gejala yang dialami ketika sedang mabuk perjalanan dapat dibagi dari gejala ringan hingga dengan berat. Dibawah ini beberapa gejala dan tanda akibat dari masuk perjalanan:

  1. Pusing,
  2. Nyeri perut,
  3. Lelah,
  4. Mual,
  5. Kulit pucat,
  6. Sakit kepala,
  7. Keringat dingin,
  8. Sulit berkonsentrasi,
  9. Gelisah,
  10. Nafas tidak teratur,
  11. Produksi air liur meningkat, dan
  12. Muntah.

Cara Mengatasinya?

Mabuk perjalanan

Ketika seseorang mengalami mabuk perjalanan untuk mengatasinya cukup dengan minum obat anti mabuk sebelum melakukan perjalanan. Ketika ingin menggunakan obat anti mabuk sebaiknya makan terlebih dahulu dan minum obat 1 hingga 2 jam sebelum keberangkatan.

Beberapa obat anti mabuk yang dapat kamu dapatkan tanpa resep dokter ketika ingin berpergian diantaranya:

  1. Antimo strip,
  2. Antimo anak,
  3. Tolak angin,
  4. Dramamine,
  5. Domperidone,
  6. Metoclopramide, dan
  7. Ondansetron.

Dalam melakukan perjalanan obat anti mabuk tersebut hanya digunakan oleh para penumpang saja dan tidak dianjurkan oleh pengemudi, karena dari beberapa obat yang ada diatas dapat menyebabkan rasa kantuk.

Mencegah Mabuk Perjalanan

Ada beberapa tips untuk Anda yang sering kali mengalami mabuk saat melakukan perjalanan dapat dicegah dengan melakukan beberapa cara berikut ini:

  • Menghirup aroma yang berasal dari beberapa bahan alami, seperti daun mint, jahe, atau lavender
  • Mengisap permen rasa mint atau jahe
  • Minum air putih lebih sering
  • Mengonsumsi makanan rendah lemak sebelum bepergian
  • Membatasi asupan makanan berat, berminyak, pedas, dan asam sebelum bepergian
  • Mengonsumsi makanan ringan selama dalam perjalanan
  • Tidak merokok dan hindari mengonsumsi minuman beralkohol
  • Memilih tempat duduk yang membuat mata lebih leluasa saat di dalam kendaraan, misalnya di dekat kaca atau di samping sopir
  • Tidak membaca buku atau memainkan handphone saat kendaraan sedang melaju
  • Berbaring dan memejamkan mata ketika gejala mulai timbul, sampai gejala tersebut mereda
  • Memilih tempat duduk di bagian depan atau tengah kapal, jika sedang naik kapal laut

Kapan Anda Harus Konsultasi Ke Dokter?

Ketika Anda ingin melakukan sebuah pemeriksaan ke dokter dan telah memiliki riwayat mabuk perjalanan, kemudian Anda berencana melakukan perjalanan panjang dengan kendaraan. Anda juga dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan bila masih tetap mengalami gejala mabuk perjalanan.

Apa Itu Otitis Media? Penyebab, Gejala dan Mengobati

Apa Itu Otitis Media? Penyebab, Gejala dan Mengobati 2251 2250 Yudha Pratama

Apa Itu Otitis Media? Otitis Media Akut merupakan kondisi telinga bagian yang mengalami infeksi. Otitis Media Akut ini dapat terjadi pada siapa saja baik anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia, serta tidak menutup kemungkinan perempuan dan laki-laki.

Tetapi pada umumnya kondisi ini lebih banyak ditemukan pada anak-anak yang berumur dibawah 3 tahun. Penyakit Otitis Media ini adalah penyakit yang paling sering terjadi pada bayi.

Gejala Otitis Media?

Ketika Anda mengalami Otitis Media, berikut beberapa gejala mungkin akan Anda rasakan seperti :

  1. Keluarnya cairan dalam telinga,
  2. Masalah pendengaran,
  3. Mual dan muntah,
  4. Diare,
  5. Nafsu makan berkurang,
  6. Demam, dan
  7. Sering menarik-narik telinga,
  8. Sulit tidur,
  9. Mudah marah (untuk bayi mudah rewel), dan
  10. Sakit telinga.

Cara Mengobati Otitis Media

Apa Itu Otitis Media?

Pada umumnya Otitis Media dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari kedepan. Tetapi jika Anda mengalami keluhan selain yang ada di atas, sebaiknya menemui dokter segera. Kemudian dokter akan memberikan obat dan penanganan yang tepat untuk si pasien.

Otitis Media dapat dicegah dengan cara menjauhkan anak-anak dari paparan asap rokok dan polusi udara. Serta selalu memantau anak untuk selalu mendapatkan imunisasi dengan tepat pada usianya, selain itu memberikan ASI eksklusif pada bayi juga jangan memberikannya dengan cara diminum sambil berbaring.

Komplikasi Otitis Media

Meski jarang terjadi, jika dibiarkan tanpa penanganan bisa berisiko sebabkan komplikasi, seperti:

  • Infeksi yang menyebar ke tulang telinga (mastoiditis).
  • Infeksi yang menyebar ke cairan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meningitis).
  • Gangguan pendengaran permanen.
  • Gendang telinga pecah atau robek.

Selain itu, radang telinga tengah yang terjadi pada bayi atau anak-anak juga berisiko menyebabkan terlambatnya perkembangan bicara anak. Oleh karena itu, penanganan sedari dini dari kondisi ini tentunya sangatlah penting guna meminimalkan risiko komplikasi yang mengintai.

Kapan Anda Harus Konsultasi Ke Dokter?

Ketika Anda merasakan atau mengalami beberapa gejala otitis media, cobalah untuk konsultasi ke dokter. Penanganan yang tepat dan cepat bisa meningkatkan peluang kesembuhan, dan mencegah komplikasi berbahaya.

Berenang Bisa Menyebabkan Masalah Bagi Vagina?

Berenang Bisa Menyebabkan Masalah Bagi Vagina? 2251 2251 Yudha Pratama

Infeksi Cairan Pada Vagina? Adanya infeksi cairan pada vagina, salah satu contohnya yaitu saat Anda suka berenang. Berenang adalah salah satu cabang olahraga yang cukup banyak digemari oleh semua orang, terutama wanita.

Adanya cairan yang keluar pada bagian vagina, jika betul maka Anda sedang mengalami keputihan akibat dari berenang.

Penyebab cairan keluar dari vagina, karena adanya masuk air kolam yang mengandung PH ke dalam vagina. Disamping itu juga bahan kimia yang sering disebut dengan kaporit tersebut digunakan untuk membunuh kuman yang ada di kolam renang.

Ketika air yang tercampur kaporit masuk ke dalam vagina, maka akan mengganggu juga bakteri yang ada di vagina. Bakteri yang ada di vagina berguna untuk melawan bakteri jahat yang masuk kedalam vagina, sehingga cairan yang keluar terbilang normal karena masuknya air kolam.

Ciri-ciri  Cairan yang Keluar Dari Vagina

Ketika cairan yang keluar dari vagina selama tidak mengalami hal-hal lain dari biasanya seperti berwarna bening atau putih, tidak berbau, tidak gatal, dan tidak perih maka masih terbilang normal.

Selain dari berenang keputihan juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi seperti stress, perubahan hormonal dan menggunakan produk perawatan vagina yang tidak cocok.

Cara Mengatasi Cairan Keluar Dari Vagina atau Keputihan

Infeksi Cairan Pada Vagina

Untuk mengantisipasi ketika cairan dari vagina keluar lagi ketika sedang melakukan aktivitas, berikut ini terdapat beberapa langkah yang dapat Anda lakukan seperti:

  1. Menjaga kebersihan organ intim,
  2. Kelola stress dengan baik,
  3. Mengimbangi aktivitas yang berat dengan istirahat yang cukup, dan
  4. Menghindari hubungan seks bebas.

Ketika Anda merasa kelainan, Anda dapat memeriksa ke dokter atau klinik kesehatan setempat, untuk mendapatkan perawatan dan penanganan dari dokter agar menghindari beberapa hal yang tidak diinginkan.

Apa Itu Otitis Eksterna? Cari Tahu Gejala dan Penyebabnya

Apa Itu Otitis Eksterna? Cari Tahu Gejala dan Penyebabnya 2251 2251 Yudha Pratama

Apa Itu Otitis Eksterna?

Otitis eksterna adalah infeksi pada saluran telinga luar. Kondisi ini biasanya terjadi akibat masuknya air ke dalam telinga saat mandi atau berenang dan air tidak bisa keluar, sehingga kondisi liang telinga menjadi lembab dan memicu pertumbuhan bakteri.

Apa Gejala Otitis Eksterna?

Bagi penderita Otitis Eksterna, biasanya mereka merasakan hal berikut :

  1. Gatal dan kemerahan di liang telinga,
  2. Telinga berair atau keluar cairan bening yang tidak berbau atau nanah dari dalam telinga,
  3. Nyeri saat tonjolan di depan lubang telinga (tragus) ditekan atau saat daun telinga ditarik,
  4. Liang telinga terasa penuh dan agak tersumbat akibat pembengkakan atau cairan dan kotoran,
  5. telinga yang terlalu banyak,
  6. Penurunan kemampuan mendengar,
  7. Gatal yang makin memburuk,
  8. Daun telinga kemerahan dan membengkak,
  9. Nyeri di telinga menjalar ke wajah, leher, dan kepala,
  10. Pembengkakan kelenjar getah bening di leher,
  11. Liang telinga tersumbat total, dan
  12. Demam.

Apa Penyebab Otitis Eksterna?

Kemudian untuk penyebab yang biasa terjadi bagi penderita otitis eksterna pada umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus atau Pseudomonas aeruginosa. Bakteri tersebut dapat berkembang di dalam telinga akibat:

  1. Kondisi lubang telinga yang terlalu lembab, baik akibat keringat berlebih, cuaca lembab, maupun air yang terjebak di dalam telinga,
  2. Liang telinga tergores atau lecet, misalnya akibat menggaruk liang telinga dengan jari, membersihkan telinga dengan cotton bud, menggunakan earbuds, atau menggunakan alat bantu dengar,
  3. Iritasi atau reaksi alergi, misalnya akibat penggunaan produk perawatan rambut atau sampo yang tidak sengaja masuk ke liang telinga, dan
  4. Penyakit kulit yang dapat menyerang liang telinga, seperti dermatitis dan psoriasis.

Apa Faktor Risiko Otitis Eksterna?

Lalu ada beberapa faktor bagi penderita otitis eksterna yaitu :

  • Berenang, terutama di tempat yang banyak mengandung bakteri, seperti di danau
  • Memiliki bentuk saluran telinga yang sempit, sehingga bisa membuat air terjebak di dalam telinga
  • Membersihkan telinga terlalu sering atau terlalu keras, sehingga menyebabkan bagian dalam telinga tergores
  • Menggunakan alat bantu dengar atau earbuds
  • Menderita alergi atau iritasi kulit

Kapan Anda Harus Konsultasi Ke Dokter?

Ketika Anda mengalami beberapa gejala yang dijelaskan diatas, segeralah Anda untuk pergi konsultasi ke dokter, terutama saat merasakan nyeri yang semakin memburuk dan demam. Saat menjalani pemeriksaan dan pengobatan sejak dini, Anda dapat mengurangi risiko terjadinya komplikasi.

Komplikasi Otitis Eksterna

Pada penderita otitis eksterna jika tidak segera ditangani, otitis eksterna dapat menyebabkan sejumlah komplikasi serius berikut ini:

  • Hilang pendengaran sementara, yang biasanya akan membaik setelah infeksi ditangani
  • Infeksi jangka panjang (otitis eksterna kronis), terutama bila infeksi disebabkan oleh alergi, jenis bakteri yang langka, atau kombinasi infeksi bakteri dan infeksi jamur
  • Infeksi menyebar ke tulang di sekeliling saluran telinga (necrotizing otitis externa)
  • Infeksi pada jaringan ikat dan lapisan di dalam kulit

Cara Menghadapi Suhu Panas di Indonesia

Cara Menghadapi Suhu Panas di Indonesia 2251 2251 Yudha Pratama

Cara menghadapi suhu panas di indonesia? Pada saat beberapa bulan lalu, tersebar kabar cuaca di negara Indonesia akan sangat semakin panas 2-3x lipat. Terlepas benar atau tidaknya kabar tersebut, saat ini memang Indonesia tengah dilanda cuaca panas.

Kondisi ini terjadi karena sebagian wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau sehingga suhu pun semakin meningkat. Menurut berita dari BMKG, bahwa suhu panas saat ini akan berlangsung hingga pertengahan bulan Juli, terutama pada wilayah Jakarta dan Tangerang.

Maka dari itu cuaca yang panas akan membuat kita malas beraktivitas ke luar rumah. Apalagi, jika terus menerus terpapar suhu panas dapat menyebabkan heat stroke atau sengatan panas. Maka dari itu akan membuat kondisi tubuh jadi mudah lemas dan sering berkeringat. Bila dibiarkan, bisa-bisa  memicu tumbuhnya jamur dan rasa gatal pada kulit karena lembab.

Cara Menghadapi Suhu Panas di Indonesia?

Anda tidak perlu khawatir dalam menghadapi suhu panas di Indonesia, untuk menjawab pertanyaan tersebut, kami memiliki beberapa solusi yang bisa Anda lakukan, selain menggunakan kipas angin dan AC (Air Conditioner). Mari kita  bahas bersama pada artikel ini.

  1. Menghindari Matahari,
  2. Konsumsi Buah dan Sayur,
  3. Perbanyak Minum Air Putih,
  4. Menghindari Pakaian Tebal,
  5. Rendam Kaki,
  6. Tidak Melakukan Olahraga Berat,
  7. Menutup Jendela Rumah, dan
  8. Menggunakan Pendingin Ruangan.

Saat menghadapi suhu panas saat ini yaitu dengan cara menghindari sinar matahari secara langsung. Anda usahakan agar tetap tinggal di dalam rumah saat udara sangat panas, yaitu mulai dari pukul 11.00-16.00.
Namun ketika Anda memang terpaksa harus keluar rumah, cobalah berjalan di tempat yang teduh atau gunakan alat pelindung, seperti payung dan topi.

Anda bisa lakukan konsumsi Buah dan sayur, karena jenis makanan tersebut mengandung air yang cukup tinggi. Selain minum air, Anda bisa mengonsumsi sayur dan buah tersebut untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Kemudian, kurangi juga konsumsi makanan asin. Soalnya, makanan tinggi garam bisa membuat Anda jadi cepat haus, lapar, dan dehidrasi.

Kemudian untuk cara ketiga yaitu perbanyak minum air putih, karena cuaca panas bisa menyebabkan dehidrasi. Jadi, Anda perlu minum air putih yang banyak untuk menjaga suhu tubuh dan mengganti cairan tubuh yang hilang. Setidaknya, kamu harus minum air sebanyak 2 liter atau 8 gelas dalam sehari. Ketika Anda diharuskan bekerja di luar, bawalah botol minum untuk memastikan Anda tetap terhidrasi. Lalu, pastikan Anda menghindari minuman kafein.

Suhu panas tentu membuat kita lebih mudah berkeringat. Jadi, Anda perlu menggunakan pakaian dengan bahan tipis dan longgar untuk mengurangi rasa gerah yang melanda. Pakaian yang berbahan katun bisa Anda gunakan saat cuaca panas, karena akan menyerap keringat dan kain katun juga memiliki pori-pori dalam sirkulasi udara yang membuat kita merasa lebih sejuk.

Jika Anda merasa kegerahan, Anda bisa merendam kaki ke dalam baskom atau ember yang berisi air dingin selama beberapa menit. Karena itu telah dipercaya bisa menyegarkan pikiran dan membuat tubuh jadi lebih sejuk. Selain merendam kaki, Anda juga bisa mandi air dingin dan membasuh tubuh, mulai dari kaki, tangan, hingga kepala agar terasa lebih segar.

Ketika Anda sering melakukan olahraga berat ditambah dengan keadaan cuaca yang sangat panas bisa membuat suhu tubuh meningkat drastis. Jadi Anda nantinya akan mudah kegerahan dan berkeringat, serta akan menyebabkan dehidrasi. Lebih baik Anda coba untuk melakukan olahraga ringan, seperti situp, naik turun tangga atau olahraga renang. Tetapi Anda harus memastikan untuk memakai tabir surya dalam melindungi kulit dari sengatan matahari.

Selanjutnya Anda bisa untuk menutup jendela rumah yang menghadap ke arah sinar matahari langsung. Selain ditutup bisa juga Anda gunakan tirai tebal atau penutup jendela agar panasnya cahaya matahari tidak menembus sampai ke dalam rumah. Lalu Anda juga bisa mematikan lampu saat siang dan malam hari ketika tidak digunakan, terlebih jika Anda menggunakan lampu pijar, karena lampu tersebut bisa membuat panas ruangan dan akan terasa lebih gerah dan pengap.

Kemudian untuk yang terakhir, Anda bisa memanfaatkan alat pendingin untuk menyejukkan tubuh dan ruangan. Ada banyak pilihan penyejuk udara yang bisa Anda pakai, mulai dari kipas angin, AC, hingga air cooler.

Dari penjelasan diatas itu dia beberapa tips untuk dapat bertahan di cuaca panas yang bisa Anda ikuti. Pastikan juga Anda menjaga kondisi tubuh agar tetap prima di cuaca yang sedang panas ini, agar tidak mudah lelah dalam beraktifitas. Terima kasih atas waktunya sobat Fast, telah membaca artikel kali ini & semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk membaca artikel kami yang lainnya.

Apa itu Episkleritis? Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Apa itu Episkleritis? Penyebab dan Cara Mengatasinya! 2251 2251 Yudha Pratama

Apa itu Episkleritis? Buat sobat Fast yang belum tahu tentang sklera, sklera merupakan bagian putih dari dalam bola mata, sedangkan konjungtiva merupakan lapisan yang menutupinya. Berbeda dengan skleritis yang menyerang bagian sklera dan dapat menyebabkan masalah serius, episkleritis umumnya tergolong masalah kesehatan ringan dan tidak menimbulkan dampak yang parah.

Apa itu Episkleritis?

Episkleritis merupakan kondisi mata yang mengalami peradangan antara sklera dan konjungtiva mata. Kondisi ini menyebabkan mata mengalami kemerahan, gatal dan terasa tidak nyaman. Peradangan Episkleritis ini dapat terjadi pada satu atau kedua mata.

Penyebab Episkleritis

Secara penelitian yang sudah dilakukan terhadap terjadinya Episkleritis pada mata, masih belum diketahui secara pasti penyebab dan pemicunya. Tetapi Episkleritis ini dapat terjadi pada orang dengan kondisi tertentu misalnya:

  1. Menderita penyakit sitematis, seperti Crohn, lupus atau rheumatoid arthritis
  2. Mengalami cedera pada mata
  3. Mengonsumsi obat-obat tertentu seperti bisfosfonat atau topiramate
  4. Gander perempuan
  5. Berusia 40 hingga 50 tahun
  6. Menderita penyakit akibat bakteri, virus dan bakteri
  7. Menderita kanker seperti limfoma hodgkin atau leukemia

Cara Mengatasi Episkleritis

Apa itu Episkleritis?

Jika sedang mengalami Episkleritis, biasanya akan dapat sembuh dengan sendirinya. Tetapi jika Episkleritis ini dirasa mengganggu pada penampilan Anda, maka Anda dapat menemui dokter untuk melakukan penanganan yang tepat dan memberikan beberapa pengobatan tertentu. Tetapi ada juga beberapa langkah yang dapat Anda lakukan sendiri untuk meredakan Episkleritis ini diantaranya:

  1. Menggunakan kompres air dingin saat mata tertutup
  2. Memakai obat tetes mata
  3. Mengenakan kacamata saat diluar ruangan untuk melindungi mata dari cahaya berlebih

Kapan Anda Harus Ke Dokter?

Perlu Anda ketahui tentang episkleritis biasanya tidak menimbulkan masalah serius dan dapat pulih dalam waktu singkat. Tapi, saat gejala terjadi terus-menerus selama 2-4 minggu, Anda perlu memastikan pemeriksaan ke dokter.

Pemeriksaan ke dokter dilakukan saat timbul rasa sakit yang parah sampai memengaruhi penglihatan. Hal itu dapat menjadi tanda adanya gangguan mata serius selain episkleritis.

Bagaimana Pencegahan Penyakit Episkleritis?

Karena penyebabnya belum diketahui secara pasti, episkleritis sulit untuk dicegah. Namun, beberapa cara di bawah ini bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko terkena episkleritis:

  1. Memeriksakan kesehatan secara rutin jika memiliki kondisi yang dapat meningkatkan risiko episkleritis,
  2. Melakukan upaya pencegahan terhadap infeksi, dan
  3. Tidak sembarang menggunakan obat, suplemen, atau produk herbal, tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter.

Apa itu bintitan? Apa Gejala dan Penyebabnya?

Apa itu bintitan? Apa Gejala dan Penyebabnya? 2250 2251 Yudha Pratama

Apa itu bintitan? Hordeolum atau nama lainnya yaitu bintitan. Bintitan adalah kondisi seperti bintil yang menyakitkan mirip jerawat atau bisul tumbuh di tepi kelopak mata. Bintitan sering terjadi karena infeksi bakteri dan biasanya hanya muncul pada salah satu kelopak mata.

Biasanya bintitan sering muncul pada bagian kelopak mata luar, tapi juga bisa timbul pada bagian dalam kelopak mata. Bintitan yang tumbuh di bagian dalam lebih menyakitkan daripada yang tumbuh di luar. Meski begitu, bintitan tidak sampai menyebabkan gangguan penglihatan.

Apa Saja Gejala Bintitan?

Apa itu bintitan?

Gejala utama bintitan adalah tumbuhnya bintil merah yang mirip dengan bisul kecil di kelopak mata, di dalam atau di luar kelopak mata. Gejala-gejala lain yang menyertai kondisi ini meliputi:

  • Mata merah,
  • Mata berair, dan
  • Kelopak mata bengkak dan nyeri.

Apa Saja Penyebab Bintitan?

Biasanya bintitan penyebab utamanya dari infeksi bakteri yang dinamakan Staphylococcus. Bakteri yang pada umumnya hidup di kulit dan juga bisa menyumbat kelenjar minyak pada bagian kelopak mata atau menimbulkan peradangan.

Penyebab lain dari bintitan adalah kuman dan kulit mati yang terperangkap di ujung kelopak mata.

  1. Menyentuh mata dengan tangan yang kotor,
  2. Menggunakan kosmetik yang sudah kedaluwarsa,
  3. Tidak membersihkan bekas kosmetik pada mata sebelum tidur,
  4. Memakai lensa kontak yang tidak steril,
  5. Mengalami peradangan pada ujung kelopak mata (blefaritis), dan
  6. Mengalami penyakit rosacea yang menyebabkan kulit wajah memerah.

Kapan Anda Harus Konsultasi Ke Dokter?

Bintitan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Meski demikian, risiko terjadinya komplikasi tetap ada. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter jika bintitan tidak kunjung membaik setelah 48 jam.

Segeral berobat ke dokter jika pembengkakan menyebar hingga ke bagian lain di wajah, seperti pipi.

Apa itu Blefaritis? Gejala & Penyebabnya!

Apa itu Blefaritis? Gejala & Penyebabnya! 2251 2251 Yudha Pratama

Apa Itu Blefaritis? Peradangan yang terjadi pada kelopak mata Anda, disebabkan dari beberapa bagian seperti bengkak, kemerahan, dan berminyak. Selain tidak enak dipandang, kondisi ini juga dapat membuat penderitanya merasa tidak nyaman. Meski begitu, blefaritis umumnya tidak menular.

Apa Saja Gejala Blefaritis?

Pada umumnya blefaritis sering terjadi pada kedua mata. Tetapi, blefaritis juga bisa terjadi di satu mata, walaupun terbilang kasusnya cukup jarang. Adanya beberapa gejala yang muncul akibat blefaritis pada umumnya yaitu :

  1. Bengkak dan kemerahan di kelopak mata,
  2. Kelopak mata terasa gatal,
  3. Mata merah,
  4. Bulu mata dan tepi kelopak mata penuh dengan kotoran mata,
  5. Kelopak mata menjadi lengket,
  6. Kelopak mata terasa berminyak,
  7. Mata tampak berair atau malah tampak kering,
  8. Mata terasa berpasir,
  9. Sensasi terbakar atau tersengat di mata,
  10. Pengelupasan kulit di sekitar mata,
  11. Bulu mata rontok,
  12. Sering mengedipkan mata,
  13. Penglihatan buram, dan
  14. Mata menjadi sensitif terhadap cahaya.

Apa Saja Penyebab Blefaritis?

Perlu Anda ketahui tentang penyebab dari blefaritis ada 2 yaitu : akut dan kronis. Blefaritis akut bisa bersifat ulseratif atau non ulseratif. Blefaritis ulseratif disebabkan oleh infeksi yang biasanya oleh bakteri Stafilokokus

Infeksi virus seperti infeksi Herpes simplex dan varicella zoster juga bisa menyebabkan blefaritis ulseratif. Sementara blefaritis non ulseratif biasanya merupakan reaksi alergi, seperti atopik atau musiman.

1. Blefaritis Anterior

  • Infeksi bakteri Staphylococcus,
  • Reaksi alergi terhadap produk kosmetik mata,
  • Ketombe dari kulit kepala atau alis yang jatuh ke kelopak mata, dan
  • Infeksi kutu di bulu mata.

2. Blefaritis Posterior

  • Penyumbatan kelenjar minyak yang terletak di bagian dalam kelopak mata (kelenjar meibom),
  • Rosacea,
  • Kelainan fungsi kelenjar meibom, dan
  • Dermatitis seboroik.

Apa Itu Sindrom Mata Kering? Gejala & Penyebabnya!

Apa Itu Sindrom Mata Kering? Gejala & Penyebabnya! 2251 2251 Yudha Pratama

Apa Itu Sindrom Mata Kering? Sindrom Mata Kering yaitu keadaan dimana mata tidak mendapatkan pelumasan yang cukup banyak dari air mata. Pada saat kondisi tersebut dapat menyebabkan rasa kurang nyaman di mata, bahkan permukaan bola mata Anda bisa rusak.

Perlu Anda ketahui, bahwa air mata terdiri dari air, garam, minyak, lendir, dan protein. Kemudian berfungsi untuk melumasi dan membuat permukaan mata tetap halus.  Lalu air mata juga berperan melindungi mata dari benda asing, unsur yang mengganggu, atau kuman penyebab infeksi.

Apa Saja Gejalanya Sindrom Mata Kering?

  1. Mata merah,
  2. Terasa panas,
  3. Terasa seperti berpasir atau ada yang mengganjal,
  4. Mata berair karena iritasi pada mata,
  5. Sensitif terhadap sinar matahari,
  6. Penglihatan buram dan membaik setelah berkedip,
  7. Lendir di dalam atau sekitar mata, terutama saat bangun tidur, dan
  8. Mata terasa cepat lelah.

Apa Saja Penyebab Sindrom Mata Kering?

Adanya sebab kenapa bisa mata Anda kering, terjadi saat situasi mata Anda yang tidak punya cukup pelumas atau air mata untuk menjaganya tetap lembab. Kurangnya lubrikasi inilah yang menyebabkan perasaan tidak nyaman atau sensasi kering pada mata.

1. Penurunan Produksi Air Mata

  • Usia tua,
  • Penyakit atau kondisi tertentu,
  • Konsumsi obat-obatan, seperti antihistamin, dekongestan, antidepresan, obat hipertensi, obat jerawat, obat penyakit Parkinson, atau obat terapi pengganti hormon, dan
  • Kerusakan kelenjar air mata akibat terapi radiasi atau operasi laser mata

2. Peningkatan Penguapan Air Mata

  • Blefaritis posterior,
  • Kondisi yang membuat pasien jarang berkedip,
  • Gangguan pada kelopak mata,
  • Alergi pada mata,
  • Cuaca kering atau berangin,
  • Polusi udara, dan
  • Defisiensi vitamin A.

Apa Itu Pendarahan Subkonjungtiva? Mari Kita Simak!

Apa Itu Pendarahan Subkonjungtiva? Mari Kita Simak! 2250 2251 Yudha Pratama

Apa Itu Pendarahan Subkonjungtiva? Pendarahan subkonjungtiva yaitu sebuah kondisi yang terjadi ketika pembuluh darah kecil pecah tepat di bawah permukaan mata Anda. Konjungtiva tidak dapat menyerap darah dengan cepat, sehingga darah terperangkap.

Apa Gejala Pendarahan Subkonjungtiva?

  1. Iritasi mata yang sangat ringan,
  2. Perdarahannya adalah area merah terang yang jelas dan tajam di atas sclera,
  3. Para perdarahan subkonjungtiva, tidak ada darah yang keluar dari mata, dan
  4. Pendarahan terlihat kekuningan setelah darah terserap.

Apa Penyebab Pendarahan Subkonjungtiva?

Pendarahan subkonjungtiva disebabkan karena kondisi infeksi tubuh atau kornea (abrasi kornea, pemakaian lensa kontak dalam jangka waktu lama), perdarahan subkonjungtiva dapat terjadi akibat cedera mata traumatis, seperti:

  1. Pada kasus trauma (Valsalva),
  2. Batuk yang dipaksakan, muntah, bersin, tersedak, dan
  3. Adanya riwayat hipertensi.

Perdarahan subkonjungtiva sering terjadi pada bayi baru lahir. Dalam hal ini, kondisi ini diduga disebabkan oleh perubahan tekanan di seluruh tubuh bayi saat melahirkan.

Kapan Anda Harus Konsultasi Ke Dokter?

Apa Itu Pendarahan Subkonjungtiva?

Saat Anda sudah merasakan beberapa gejala yang parah, karena pendarahan subkonjungtiva. Anda seharusnya segera pergi melakukan pemeriksaan diri ke dokter, jika mata memerah disertai dengan gejala lain, seperti nyeri, gangguan penglihatan, atau keluarnya cairan dari mata. Anda harus segera konsultasikan ke dokter.

Faktor Resiko Perdarahan Subkonjungtiva?

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena perdarahan subkonjungtiva, yaitu:

  • Lanjut usia,
  • Menderita diabetes,
  • Adanya tekanan darah tinggi (hipertensi),
  • Menderita gangguan pembekuan darah, dan
  • Mengonsumsi obat pengencer darah, seperti aspirin atau warfarin.