Apakah Virus Hepatitis A Berbahaya? || Bisa Disembuhkan?

Bagikan :
Bagikan :
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Daftar Isi

Hello Sobat FAST! Tahukah Anda soal Virus Hepatitis A? Salah satu penyakit yang bisa dikatakan menular. Setelah Indonesia bisa perlahan melewati masa-masa Covid-19. Namun kali ini ada penyakit Hepatitis. 

Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar penyakit atau virus hepatitis? Hepatitis merupakan penyakit peradangan pada organ hati, jika dibiarkan bisa memicu terjadinya kanker hati. Parah atau tidaknya penyakit Hepatitis hingga bisa terkategori akut atau kronis tergantung pada jenisnya.

Pada artikel kali ini kita akan membahas Hepatitis A terlebih dahulu. Berikut penjelasannya mengenai “Apa Itu Hepatitis A & Apakah Bisa Disembuhkan?”. Mari disimak bersama-sama!

Apa Itu Hepatitis A?

Gambar Hepatitis A

Menurut artikel dari WHO yang terbit pada 2 Juni 2022, bahwa VHA adalah peradangan hati yang dapat menyebabkan penyakit ringan hingga berat. VHA menular melalui makanan dan air yang terkontaminasi atau melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.

Virus VHA untuk kabar baiknya yaitu bisa pulih sepenuhnya dengan kekebalan seumur hidup, tetapi untuk kabar buruknya dari sebagian kecil orang yang terinfeksi virus VHA bisa meninggal karena hepatitis fulminan. 

Risiko infeksi virus hepatitis A telah dikaitkan dengan kurangnya air bersih, sanitasi dan kebersihan yang buruk. Salah satu contohnya seperti tangan yang terkontaminasi dan kotor. Cara untuk mencegah tertular dari virus VHA yaitu dengan vaksin yang aman dan efektif untuk mencegah VHA.

Virus ini terutama menyebar ketika orang yang tidak terinfeksi dan tidak divaksinasi menelan makanan atau air yang terkontaminasi dengan kotoran orang yang terinfeksi. Virus ini erat dengan air atau makanan yang tidak aman, sanitasi yang tidak memadai, kebersihan pribadi yang buruk dan hubungan seks oral-anal.

Hepatitis A tidak seperti hepatitis B dan C, karena VHA tidak menyebabkan penyakit hati kronis tetapi dapat menyebabkan gejala yang melemahkan dan jarang hepatitis fulminan (gagal hati akut), yang seringkali berakibat fatal. 

Informasi data yang didapatkan dari WHO diperkirakan, bahwa di tahun 2016 ada sekitar 7134 orang meninggal karena VHA di seluruh dunia (menyumbang 0,5% dari kematian akibat virus hepatitis).

Epidemi yang berhubungan dengan makanan atau air yang terkontaminasi dapat meletus secara eksplosif, seperti contohnya epidemi di Shanghai yang terjadi di tahun 1988, telah mempengaruhi sekitar 300.000 orang.

Distribusi Geografis

Gambar Distribusi Geografis

Wilayah sebaran geografis dapat dicirikan memiliki tingkat infeksi virus hepatitis A yang tinggi, sedang, atau rendah. Namun, infeksi tidak selalu berarti penyakit karena anak kecil yang terinfeksi tidak mengalami gejala yang nyata.

Menurut informasi yang didapatkan dari WHO, bahwa infeksi umum terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah dengan kondisi sanitasi dan praktik higienis yang buruk, dan sebagian besar anak (90%) telah terinfeksi virus VHA sebelum usia 10 tahun, paling sering tanpa gejala. 

Tingkat infeksi rendah di negara yang memiliki penghasilan tinggi dengan kondisi sanitasi dan higienis yang baik. Penyakit dapat terjadi di kalangan remaja dan orang dewasa dalam kelompok berisiko tinggi, seperti Penasun, Pria yang Berhubungan Seks Dengan Laki-Laki.

Pada negara adidaya Amerika Serikat dilaporkan, bahwa wabah tersebar di antara orang-orang yang mengalami tunawisma. Di negara-negara berpenghasilan menengah dan wilayah di mana kondisi sanitasi bervariasi, pada masa kanak-kanak dan mencapai usia dewasa tanpa kekebalan.

Penularan

Gambar Penularan Hepatitis A

Virus VHA menular melalui rute fekal-oral yaitu ketika orang yang tidak terinfeksi menelan makanan atau minum air dari orang yang telah terkontaminasi dengan kotoran orang yang terinfeksi. 

Penularan biasanya terjadi pada keluarga, ini mungkin terjadi meskipun tangan kotor ketika orang yang terinfeksi menyiapkan makanan untuk anggota keluarga. Wabah yang ditularkan melalui air, biasanya berhubungan dengan air yang tidak diolah dengan baik.

Penyakit ini bisa menular melalui kontak fisik yang dekat (seperti seks oral-anal) dengan orang yang menularkan, meskipun kontak biasa di antara orang-orang tidak menyebarkan virus.

Gejala

Gambar Gejala Hepatitis A

Gejala virus hepatitis A masa inkubasinya terjadi sekitar 14-28 hari, tanda-tanda dari gejalanya seperti  demam, malaise, kehilangan nafsu makan, diare, mual, ketidaknyamanan perut, urin berwarna gelap, dan penyakit kuning. 

Biasanya untuk orang-orang dewasa memiliki tanda dan gejala penyakit lebih sering daripada anak-anak. Bagi anak-anak yang terinfeksi di bawah usia 6 tahun biasanya tidak mengalami gejala yang nyata, dan hanya 10% yang mengalami penyakit kuning.

Siapa Yang Beresiko?

Gambar Berisiko penularan VHA

Pasti Anda bertanya-tanya, siapa yang paling berisiko terkena VHA. Penyakit ini akan menular kepada seseorang yang belum melakukan vaksinasi atau sebelumnya terinfeksi dapat terinfeksi virus VHA. Berikut beberapa faktor yang berisiko terkena hepatitis A :

  1. Sanitasi yang buruk,
  2. Kurangnya air bersih,
  3. Tinggal serumah dengan orang yang terinfeksi,
  4. Menjadi pasangan seksual seseorang dengan infeksi hepatitis A akut,
  5. Penggunaan obat-obatan rekreasional,
  6. Seks antara laki-laki, dan
  7. Bepergian ke daerah endemisitas tinggi tanpa diimunisasi.

Diagnosa

Gambar Diagnosa

Pada kasus penyakit hepatitis A tidak dapat kita bedakan secara klinis. Jenis hepatitis ini termasuk virus akut, diagnosis spesifik dibuat dengan mendeteksi antibodi imunoglobulin G (IgM) spesifik HAV dalam darah. Tes tambahan termasuk reverse transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR) untuk mendeteksi RNA virus VHA dan mungkin memerlukan fasilitas laboratorium khusus.

Treatment

Gambar Treatment

Penyakit hepatitis A tidak memiliki pengobatan khusus, untuk pemulihan dari gejala setelah infeksi mungkin lambat dan bisa memakan waktu beberapa minggu atau bulan. Obat-obatan yang perlu dihindari seperti Asetaminofen, parasetamol, dan obat anti muntah harus dihindari.

Ketika Anda tertular VHA, untuk proses penyembuhan tidak perlu melakukan rawat inap, jika tidak ada gagal hati akut. Terapi ditujukan untuk menjaga kenyamanan dan keseimbangan nutrisi yang adekuat, termasuk penggantian cairan yang hilang akibat muntah dan diare.

Pencegahan

Gambar Pencegahan Penularan Hepatitis A

Perbaikan sanitasi, keamanan pangan dan imunisasi adalah cara paling efektif untuk memerangi VHA. Penyebaran virus ini dapat dikurangi dengan:

  • Pasokan air minum yang aman memadai,
  • Pembuangan limbah yang tepat dalam masyarakat, dan
  • Mencuci tangan secara teratur sebelum makan dan setelah pergi ke kamar mandi.

Beberapa vaksin hepatitis A telah tersedia secara internasional. Semua memberikan perlindungan serupa dari virus dan memiliki efek samping yang se-banding. Tidak ada vaksin yang dilisensikan untuk anak-anak di bawah usia 1 tahun.

Kesimpulan Hepatitis A

Dapat kita simpulkan dari pembahasan diatas soal hepatitis A termasuk kategori penyakit yang bisa disembuhkan, tapi jika sudah sampai akut bisa menyebabkan kematian. Penularan terbesar biasa terjadi pada usia lanjut dan cara mencegah agar tidak tertular yaitu dengan selalu menjaga kebersihan dan imun kesehatan tubuh. 

Sekian pembahasan soal penyakit hepatitis A, jika Anda ingin mengetahui juga soal hepatitis B, yuk baca artikel tentang Hepatitis B juga.

Bagikan :