Kejang Demam, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bagikan :
Bagikan :
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Daftar Isi

FAST Clinic, Jakarta – Kejang demam atau yang sering disebut dengan step adalah suatu kejadian kejang yang disebabkan oleh demam, ketika suhu tubuh anak tersebut sudah melebihi batas normal (suhu rektal diatas 38° C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium.

Saat terjadinya, tubuh anak tersebut akan mengalami guncangan hebat layaknya orang kejang pada umumnya, guncangan ini biasanya akan menyentak dilengan dan tungkai lalu akan dilanjutkan kehilangan kesadaran.

Kondisi ini sangat berbeda dengan ayan atau epilepsi, biasanya demam ini didahului dengan kondisi demam berbeda dengan epilepsi dan ayan yang dapat terjadi berulang, untuk kondisi saat seorang anak mengalami reaksinya yang dilakukan hanya terjadi beberapa saat dan tentunya hal ini akan membuat orang tua khawatir. Orang tua juga perlu waspada untuk kejadian seperti ini ketika terjadi pertama kali.

Ketika mengetahui kejadian tersebut sedang berlangsung, ada baiknya orang tua segera menghubungi dokter. Karena takutnya terjadi komplikasi yang lain seperti terjadi kejang selama 5 menit, muntah, leher kaku dan sesak napas.

Klasifikasi Kejang Demam

Untuk kejang demam sendiri dapat dibagikan menjadi 2 jenis yakni, sederhana dan kompleks. Dari kedua jenis tersebut memiliki kondisi yang berbeda-beda, untuk lebih jelas berikut penjelasannya.

1. Kejang Demam Sederhana

Kejang sederhana ini dapat berlangsung sementara atau singkat, terjadinya kejang ini kurang dari 15 menit dan dapat berhenti sendirinya. Bentuk dari kejang ini pada umumnya yakni tonik dan klinik serta tanpa gerakan fokal. Jenis sederhana ini tidak berulang dalam kurun waktu 24 jam kedepan. Pada umumnya kejang demam sederhana ini dapat terjadi di seluruh dunia sekitar 80%.

2. Kejang Demam Kompleks

Kejang demam ini dapat berlangsung lama yakni diatas atau lebih dari 15 menit, lalu jenis kompleks dapat terjadi sekitar 2 kali dalam kurun waktu 24 jam kedepan. Pada umumnya kejang ini dapat membuat si penderita mengalami pingsan atau tidak sadar, terjadi diseluruh dunia hanya 8% saja. Untuk ciri-ciri jika seseorang mengalami kejang demam kompleks diantaranya:

  • Kejang berlangsung lebih dari 15 menit
  • Kejang fokal atau kejang umum didahului dengan kejang parsial
  • Berulang lebih dari 1 kali dalam 24 jam.
Kejang demam

Kemungkinan Dapat Berulang

Pada suatu kasus kondisi ini berulang kembali dengan resiko atau faktor yang dimiliki oleh penderita diantaranya adalah:

  1. Berusia dibawah 12 bulan / 1 tahun
  2. Temperatur yang renda saat kejang
  3. Riwayat dalam keluarga
  4. Cepatnya kejang setelah demam

Penyebab

Banyak terjadinya kejang demam pada anak belum diketahui secara pasti. Tetapi pada saat terjadi kejang yang disertai dengan suhu meningkat dapat dipicu oleh beberapa hal, yakni:

1. Infeksi

Anak-anak dapat mengalami kejang pada saat ia mengalami demam akibat dari terinfeksinya virus atau bakteri

2. Mendapatkan Imunisasi

Beberapa kasus pada saat pemberian imunisasi kepada anak dapat menimbulkan demam yang dapat memicu terjadinya kejang demam. “Pentig untuk diketahui orang tua bahwa anak yang berusia 12 hingga 18 bulan lebih beresiko mengalami kejang demam. Tak hanya itu keluarga yang memiliki riwayat kejang demam juga dapat beresiko.”

Penanganan Jika Kejang Demam Terjadi Berulang

Beberapa kejadian orang tua akan takut apa yang akan terjadi kepada anaknya ketika kejang demam itu dapat berulang, tetapi orang tua tidak perlu khawatir karena beberapa hal berikut ini dapat dilakukan oleh orang tua ketika anaknya mengalami kejang lagi.

  1. Jangan panik dan tetap tenang.
  2. Kendorkan jika si anak memakai pakaian yang ketat terutama di bagian leher.
  3. Jika anak tidak sadar, lakukan posisi anak terlentang dengan kepala yang miring. Bersihkan muntah atau lendir jika keluar dari hidung atau mulut, Walau pada beberapa kejadian lidah anak dapat tergigit oleh karena itu jangan memasukan benda keras untuk menahannya.
  4. Catat untuk suhu tubuh, lama kejang dan juga bentuk kejang.
  5. Tetap bersama si anak semala mengalami kejang.
  6. Saat kejang berlangsung dapat Anda berikat obat penenang seperti diazepam rektal, tetapi jika telah berhenti jangan diberikan.
  7. Ketika kejang berlangsung selama lebih dari 5 menit ada baiknya bawa kerumah sakit atau klinik kesehatan untuk perawatan lebih lanjut.

Apa Dapat Di Cegah?

Pada umumnya kejang demam tidak dapat dicegah, termasuk dalam pemberian obat-obatan penurun panas dan obat anti kejang. Tetapi jika anak mengalami demam saat kejang, dokter akan memberikan obat penurun panas. Untuk pemberian obat anti kejang biasanya lewat dubur jika si anak mengalami kejang lebih dari 5 menit.

Bagikan :